Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan kemiskinan sebagai akar masalah dari timbulnya permasalahan kesejahteraan sosial. Merupakan permasalahan yang menjadi tantangan bersama untuk dapat segera ditanggulangi. “Untuk itu pembangunan kesejahteraan sosial wajib menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai obyek, namun menjadi pelaku pembangunan. Masyarakat diharapkan semakin mendapatkan kepercayaan dan mampu melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” ungkap Al Muktabar dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Banten Agus Setiawan pada kegiatan Jambore Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Marbella Hotel Convention, Kabupaten Serang, Senin (21/11/2022) malam. Dikatakan, potensi dan sumber kesejahteraan merupakan aset bangsa dan negara sebagai kekuatan besar dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Pada kesempatan itu, Pemerintah berharap kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Pekerja Sosial Masyarakat, Pendamping Program Keluarga Harapan, Satuan Bakti Pekerja Sosial, Karang Taruna dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk dapat konsisten dan proaktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. “Selanjutnya, dapat membina dan membangun kesetiakawanan sosial dan gotong royong di lingkungan masing-masing, sehingga pada gilirannya sikap mulia ini dapat menjadi ruh pembangunan kesejahteraan sosial di Provinsi Banten,” katanya. Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana menyampaikan maksud dilaksanakan jambore PSKS Tahun 2022 ini untuk mengoptimalkan peran serta dari komponen masyarakat terhadap potensi dan sumber kesejahteraan sosial. Disampaikan Nurhana, tujuan dilaksanakan jambore PSKS Tahun 2022 tersebut guna meningkatkan keterpaduan dan keterjangkauan program antar satuan kerja terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan meningkatkan fungsi, peran dan tanggungjawab sosial potensi dan sumber kesejahteraan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dengan kearifan lokal secara lembaga dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, kata Nurhana, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan potensi dan sumber daya kesejahteraan sosial dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial secara mandiri yang berguna bagi dirinya dan masyarakat di lingkungannya. Sebagai informasi, kegiatan Jambore PSKS tahun 2022 tersebut didasarkan kepada 250 orang yang berasal dari 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten yang terdiri dari TKSK, PSM, LKS, Karang Taruna, Tagana, Pendamping PKH, Pekerja Sosial, LK3 dan unsur PSKS lainnya. (ADV)
advetorial
Kesejahteraan Kepsek-Guru SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten Jadi Prioritas Pemprov Banten
SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para kepala sekolah (Kepsek) dan guru yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Tercatat, sejak akhir tahun 2020, Kepsek serta guru SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten mulai merasakan dampak atas perhatian dari Pemprov Banten. Demikian disampaikan Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang pada Kamis, (17/211/2022). Tabrani menyebut, sejak akhir tahun 2020, masing-masing Kepsek SMA/SMK dan Skh Negeri se-Banten menerima tunjangan kinerja (Tukin) hingga Rp14 juta. “Tukin SMA/SMK dan Skh Negeri itu Rp14 juta. dan itu terjadi, setelah SMA/SMK dan Skh menjadi kewengan Provinsi Banten,” ujar Tabrani. Diketahui, sebelum SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten menjadi kewenagan Pemprov Banten besaran Tukin-nya tak sampai belasan juta. Namun, kini Pemprov Banten membuktikan, bahwa kepedulian terhadap Kepsek dan guru sangatlah tinggi. “Informasi yang saya dapat, sebelum SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten menjadi kewengan provinsi tidak sebesar itu, Tukin guru tidak sebesar itu, sekarang Tukin guru pun itu antara Rp2,8 juta hingga Rp3 juta, tergantung dengan golongan,” sebutnya. Kemudian Tabrani mengatakan, para guru SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten sekurang-kurangnya mempunyai 3 hingga 4 sumber pendapatan. “Pertama gaji, yang kedua sertifikasi, yang ketiga Tukin, yang keempat kalau dia diberi tugas tambahan mendapat Tuta. Seperti wali kelas, pembina Eskul dan sebagainya. Bahkan di Banten seorang kepala sekolah, selain dapat tukin dia dapat Tuta, yang nilainya Rp2,5 juta,” bebernya. Tabrani menjelaskan, begitu tinggi perhatian Pemprov Banten bagi Kepsek serta guru SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten. Hal ini kata dia, mesti sebanding dengan tugas pokok dan fungsi yang diembannya. “Artinya bahwa dari sisi pendapatan itu sudah cukup baik, dan itu berefek dengan tingkat kesejahteraan,” pungkasnya. (ADV)
Pj Gubernur Al Muktabar Apresiasi Kesiapan Penyelenggaraan Porprov Banten VI Tahun 2022
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VI Tahun 2022 berjalan lancar. Kota Tangerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Porprov Banten Tahun 2022. “Semoga acara Porprov bisa berjalan lancar mulai dari hari pertama hingga penutupan,” ungkap Al Muktabar usai mendapatkan pemaparan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Al Muktabar juga memberikan apresiasinya kepada Pemkot Tangerang yang telah menyiapkan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan. Persiapan Pemerintah Kota Tangerang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten 2022 mendatang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Banten. Al Muktabar bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengunjungi Stadion Benteng Reborn, Rabu (16/11) yang bakal menjadi lokasi Pembukaan Porprov VI Banten pada tanggal 20 November 2022 mendatang. Kunjungan itu diterima oleh Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. “Pagi tadi kami koordinasi ke pak Pj Gubernur, beliau mau lihat langsung persiapan di Kota Tangerang,” ungkap Arief. “Secara teknis kesiapannya menurut beliau sudah cukup baik, tapi minta agar terus dipersiapkan,” tambahnya. Terkait seremoni pembukaan Porprov, Wali Kota memaparkan tentang penggunaan aplikasi sebagai salah satu upaya untuk menjaga kondusifitas masyarakat yang akan datang ke stadion, serta mencegah penonton melebihi kapasitas yang sudah disiapkan oleh penyelenggara. “Untuk kapasitas kami siapkan 855 dari total kapasitas, dan kami juga menyiapkan juga aplikasi untuk pendaftaran penonton,” jelasnya. “Jadi mereka bisa daftar terlebih dahulu, untuk menentukan lokasi duduk di tribun,” papar Wali Kota kepada Pj. Gubernur yang hadir bersama Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak. Arief juga menjelaskan Pemkot Tangerang juga telah membangun kanal informasi terkait Porprov VI Banten melalui laman www.porprovbanten2022.id, dimana laman tersebut memuat berbagai informasi mulai dari lokasi venue, cabang olahraga hingga perolehan medali.
Porprov Banten Diharapkan Mampu Mencetak Atlet Berprestasi
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar membuka pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Tahun 2022 di Stadion Benteng Rebound, Kota Tangerang, Minggu (20/11/2022). Porprov yang digelar empat tahun sekali itu diharapkan dapat mencetak atlet-atlet berprestasi, generasi emas yang unggul. “Ini penting karena dengan olahraga banyak prestasi yang kita harapkan. Lebih dari itu juga dengan olahraga kita berharap untuk tetap diberikan kesehatan,” ujarnya. Menurut Al Muktabar, melalui kegiatan ini, kita gaungkan semangat sportivitas dan semangat bertanding seperti api obor Porprov itu yang bisa dijadikan sebagai satu prinsip dasar kehidupan dalam rangka membangun Provinsi Banten dan pada akhirnya membangun Indonesia. “Kita berharap melalui even ini lahir atlet-atlet berprestasi yang akan membawa harum nama Keluarga, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga membanggakan Indonesia,” katanya. Dikatakan Al Muktabar, dari Porprov ini bukan tidak mungkin muncul atlet yang akan bertanding pada perhelatan olahraga tingkat nasional dan internasional. “Maka dari itu, Porprov ini dilaksanakan sebagai persiapan kita dalam menghadapi PON. Dan, melalui ini akan kita persiapkan atlet-atlet yang tangguh,” jelasnya. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menambahkan, Porprov Banten ini bukan hanya sebagai ajang untuk berkompetisi, tetapi lebih dari itu juga sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar delapan Kabupaten dan Kota. “Semoga momen ini bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi pembinaan dari berbagai cabang olahraga,” katanya. Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Banten Edi Ariadi mengungkapkan, kebersamaan dalam mengelola olahraga prestasi merupakan implementasi UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan ditambah dengan adanya desain besar olahraga nasional satu harapan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Porprov ini sebagai media menjaring dan penyaring untuk mendapatkan atlet-atlet unggulan yang akan dipertandingkan pada ajang PON Ke-21 yang akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2024 mendatang. “Kita harus bisa masuk 10 besar di PON nanti. Artinya kita harus banyak mendapatkan emas di setiap Cabor yang dipertandingkan,” ucapnya. Edi Ariadi melanjutkan, olahraga merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya keterampilan fisik dan gerak, namun juga sebagai pendidikan karakter, disiplin, kerja keras, dan memupuk jiwa sportivitas. Oleh karena itu, suksesnya olahraga prestasi ditentukan oleh peranan dukungan Pemda, cabang olahraga serta pembinaan yang dilakukan. Pada Porprov kali ini diikuti oleh 9.489 peserta yang terdiri dari 5.841 atlet, 1.416 official dan 2.232 juri.
Kadis DP3AKKB Banten Pastikan Program Penanganan KDRT di Banten Berjalan Baik
SERANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), Siti Ma’ani Nina memastikan program penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada perempuan dan anak di Banten berjalan baik. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana atau DP3AKKB merupakan salah satu lembaga yang ikut serta dalam melakukan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada perempuan dan anak. Ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pencapaian perkembangan diri yang optimal dengan diwujudkan adanya pelayanan di bidang konseling atau psikologis. Siti Ma’ani Nina menjelaskan program pencegahan dan penanganan kasus KDRT pada perempuan dan anak mulai dari konseling hingga psikolog. “Ada berbagai kegiatan program bagaimana kita selalu mensosialisasikan dan juga bagaimana masyarakat ini selalu waspada terhadap potensi kekerasan itu sendiri,” kata Siti Ma’ani Nina kepada awak media pada Rabu 15 November 2022. “Kita memberikan ruang bagaimana untuk konsultasi, curhat, konseling, psikolog dan sebagainya. Itu sudah berjalan, kalaupun ada kasus yang ditemukan sekarang itu sesegera mungkin (ditangani),” sambung Siti Ma’ani Nina. Nina mengungkapkan, dalam menjalankan program tersebut melibatkan berbagai lembaga termasuk aparat penegak hukum. “Kita harus ditangani dengan aparar penegak hukum,” terangnya. Menurut Nina, kasus kekerasan dalam rumah tangga pada perempuan dan anak di Banten terus berkurang. Namun demikian, Nina tidak merinci soal data kekerasan secara keseluruhan. Nina menambahkan, program penanganan KDRT pada perempuan dan anak melalui program bimbingan konseling dan psikolog sangat efektif untuk menekan kasus KDRT. Diketahui, berdasarkan UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, tindakan kekerasan pada peremuan tidak hanya mengacu pada kekerasan fisik, melinkan terdapat beberapa jenis kekerasan antara lain; 1. Kekerasan Emosional Kekerasan emosional merupakan tindakan yang menyebabkan korban ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemapuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan atau penderitaan psikis berat pada seseorang. Tak hanya tindakan berupa cacian dan makian, tanda perliaku kasar pada perempuan dalam rumah tangga yang menyerang psikis juga berupa pelarangan, pamaksaaan, dan isolasi sosial. 2. Kekerasan Fisik Kekerasa fisik merupakan perbuatan yang menimbulkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat. Tindakan kekerasan fisik meliputi menampar, memukul, meludahi, menarik rambut, menendang, menyundut dengan rokok, melukai dengan senjata lainnya yang berujung pada kekerasan. 3. Kekerasan Seksual Kekerasa seksual adalah tindakan pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual, pemaksaan hubungan dengan pola yang tidak dikehendaki oleh istri juga termasuk kekerasan seksual. 4. Kekerasan Ekonomi Kekerasan Ekoonomi disebut dengan kekerasan penelantaran rumah tangga. Jenis kekerasan ini erat berakitan dengan memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan. Kekerasan ini berupa tidak memberikan nafkah, membatasi finansial korban dengan tidak wajar. (ADV)
Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan
PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten kembali melaksanakan simulasi Tsunami atau Tsunami Drill di Lapangan Teluk kecamatan Labuan- Pandeglang yang dilakukan pagi tadi berjalan dengan baik. Kegiatan ini adalah kegiatan kedua kalinya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui BPBD dan seluruh stakeholder terkait kebencanaan, Kamis (17/11/22). Turut mengikuti kegiatan simulasi bencana. Antaranya dari aparat gabungan mulai dari TNI/POLRI, Relawan kebencanaan, ormas, masyarakat serta Media. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana, ST, S.MI bertindak selalu Pembina Apel persiapan Tsunami Drill mengatakan Kabupaten Pandeglang secara umum merupakan salah satu wilayah yang rawan terkena Tsunami, seperti Kecamatan Labuan yang merupakan salah satu wilayah rawan dan harus diwaspadai, karena tempat wisata dan berdekatan langsung dengan pantai” tungkasnya. Meski begitu, sambung Nana, saat ini sistem peringatan dini dan telekomunikasi yang dimiliki oleh BPBD sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tsunami Drill / Simulasi Tsunami Dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko ancaman bencana. Tidak hanya tsunami drill saja, latihan simulasi bencana ini selanjutnya akan dilakukan dengan bentuk ancaman bencana lainnya.(ADV)
Perkuat Layanan, DPK Banten Tambah Mobil Sipling
SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten akan menambah dua layanan pada mobil Arsip Keliling (Sipling). Hal ini dilakukan untuk memperkuat layanan. Demikian disampaikan Arsiparis DPK Provinsi Banten, Asep Nur Eka. “Layanan tersebut diberikan untuk memudahkan sekaligus mengamankan arsip penting milik masyarakat Banten,” katanya, Selasa (11/10/2022). Menurutnya, penambahan layanan pada mobil Sipling untuk memelihara arsip dengan cara menggunakan bahan pelindung guna menghindarkan arsip dari kerusakan yang bersifat fisik. “Ini khusus menggunakan bahan yang berstandar dari ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia-red),” katanya. Layanan pengaman dan penyelamatan arsip warga lainnya yakni alih media. Dimana file arsip yang awalnya berupa fisik bisa dialihmediakan menjadi berupa soft file seperti format PDF. Masyarakat yang ingin mengalihmediakan arsipnya harus sekaligus membawa flashdisk atau penyimpanan data memori kilat. “Nanti akan kita sediakan dua layanan yang baru ini pada mobil Sipling yang digunakan untuk berkeliling ke warga di Banten,” ujarnya. Ia menjelaskan, rencana ini akan dilakukan di tahun depan atau 2023. Sebab dua layanan baru ini menggunakan alat baru yang membutuhkan anggaran, dan akan dipasangkan pada dua mobil Sipling yang ada di DPK Provinsi Banten. “Sementara minimal sesuai dengan kebutuhan karena unit mobilnya baru, kecuali memang unitnya bertambah maka layanannya juga ditambah,” terangnya. Ia menuturkan, penambahan layanan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah dalam mencegah kerusakan arsip milik masyarakat. Sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan maka arsipnya tetap terselamatkan. “Karena masyarakat juga pasti memilki arsip pentingnya, maka itu juga harus dijaga,” tuturnya. (adv)
Ini Jurus DPK Banten Tunjukan Arsip Sejarah ke Pelosok
Serang-Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) memiliki jurus untuk menunjukkan arsip sejarah dengan program Arsip Keliling (Sipling). Keberadaan Sipling tersebut untuk menambah wawasan sekaligus menunjukkan arsip penting yang memiliki nilai sejarah. “Kami memiliki sejumlah program. Diantaranya layanan masyarakat sadar arsip, dan sipling menggunakan mobil khusus,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Arsip, Ahmad Ridwan, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, kendaraan yang digunakan untuk sipling hanya dua mobil. Namun pelaksanaan program sipling terus dilakukan hingga menyasar masyarakat yang ada di pelosok desa. “Hal ini dilakukan karena masyarakat disana kesulitan dan harus menembus jarak yang cukup jauh untuk melihat arsip-arsip yang dimiliki DPK Provinsi Banten,” katanya. “Kita memiliki jadwal kemana saja harus melakukan sipling, tapi selain itu kita juga menerima permintaan masyarakat atau lembaga lainnya. Seperti sekolah event-event dan lain sebagainya,” ujarnya. Kegiatan yang dilakukan dua kali dalam setiap bulan ini, menghadirkan sejumlah arsip yang merupakan bagian dari sejarah berdirinya Banten. Seperti memunculkan tokoh-tokoh, sejarah, hingga bangunan-bangunan yang bersejarah. “Arsip yang kita tampilkan itu sifatnya autentik dan asli sesuai dengan rekaman saat itu, jadi foto-fotonya kita akui sisi, termasuk juga bila ada arsip yang bersejarah yang dimiliki oleh warga,” terangnya. Sementara itu, Arsiparis DPK Provinsi Banten Asep Nur Eka mengatakan, melalui mobil sipling ini pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar sadar dan tahu betapa pentingnya arsip. “Sosialisasi yang kami berikan tentunya mengenai kearsipan. Mulai dari budaya, tokoh, kesejarahan, bahkan ada sosialisasi bagaimana untuk penatalaksanaan arsip keluarga,” katanya. (Adv)
Peringati Hari Kunjung, DPK Banten Bedah Buku
Serang-Dalam rangka memperingati hari kunjung nasional, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar Bedah buku ‘Bukan Cinderella’ karya penulis lokal Dheti Azmi di kantornya, Senin (19/9). Plt Sekretaris DPK Provinsi Banten, Evi Syaefudin mengatakan, gelaran bedah buku ini merupakan rangkaian dari acara peringatan Hari Kunjungan yang jatuh pada tanggal 14 September lalu. “Kita mengundang langsung penulis dari buku Bukan Cinderella yang merupakan penulis lokal asal Pandeglang,” katanya usai bedah buku. Ia menuturkan buku novel yang dibedah juga diadaptasikan menjadi film yang dibintangi oleh Fujianti Utama alias Fuji yang tengah naik daun kepopularitasnya. “Ini adalah novel terlaris yang juga ditayangkan di bioskop,” ujarnya. Di tempat yang sama, Pustakawan DPK Provinsi Banten, Khairunnisa mengatakan, bedah buku ini bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten, dan Gramedia, dan Buka Buku Grup. “Untuk bedah buku ini kerjasama dengan BI, dan kita fasilitasi dengan mengundang anak sekolah,” terangnya. Sementara itu, Penulis buku Bukan Cinderella, Dheti Azmi mengatakan, novel ini bukan kisah Cinderella yang kehilangan sepatu kaca, ketika sang pangeran menjemput sang putri dan memberikan sebelah sepatu yang tertinggal di peasta dansa. Namun, ini kisah Amora yang kehilangan sebelah sepatu Converses barunya karena tertukar dengan milik orang lain. Namanya Amora Olivia, cewek biasa yang tengah bahagia karena baru saja membeli sepatu baru dengan uang yang susah payah ia tabung sebulan ini. Dan kini sebelah sepatu kebanggaannya itu harus tertukar dengan sebelah sepatu butu yang ukurannya lebih besar dari sepatu miliknya.
Puluhan Anak SD Lomba Kirim Surat Ke Gubernur Banten
Serang-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar Lomba Menulis Surat tingkat Siswa Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Banten. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Banten, dengan tema ‘Harapan untuk Gubernur Banten’. Sub Koordinator Layanan dan Kerjasama Perpustakaan, DPK Provinsi Banten, Leny Andriani mengatakan, acara lomba menulis surat tersebut diikuti oleh 25 siswa dari berbagai SD di Provinsi Banten. Leny menambahkan, kegiatan lomba menulis surat untuk Gubernur Banten ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2022. “Ini bagian dari rangkaian Hari Kunjungan Perpustakaan yang kita laksanakan sejak 19-24 September,” katanya. Ia menjelaskan, lomba menulis ini sebagai bentuk stimulus kepada anak SD yang memiliki harapan atas berjalannya pembangunan di Provinsi Banten, khususnya bagi Gubernur Banten. “Mereka punya harapan-harapan yang mereka inginkan di jabatan Gubernur sekarang, dan sejauh mana mereka bisa melihat keadaan Banten,” ujarnya. Berdasarkan hasil perlombaan, DPK Provinsi Banten telah mengumumkan juara lomba menulis surat. Juara pertama diraih Dengan Mentari Rizki berasal dari SDN Tembong 2, juara kedua Aqilla Widya F dari SDN Pemancangan 2, dan juara tiga diraih oleh Princessa Pixel Annedha dari SD Islam Tirtayasa. “Kegiatan ini bekerjasama dengan Buka Buku, hadiahnya berupa piala dan voucher sebesar Rp500 ribu untuk juara pertama, kedua Rp300 juara dua, dan Rp200 ribu juara tiga,” ujarnya. (Adv)










