advetorial

Bedah Buku Pembentukan Karakter Anak

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar bedah buku atau disebut Ngobrolin Buku Anak di kantornya, Jumat (23/7). Buku yang dibedah merupakan buku yang dapat membentuk karakter sang buah hati, menjadi karakter yang baik. Ada dua buku yang dibedah dalam acara tersebut, pertama buku ‘Aku Berbagi Aku Happy’ karya Cicih Mulyaningsih, dan buku kedua yakni buku ‘Mengenal Profesi Bersama Hewan Favorit’ karya Tauny Akbari bersama dua orang lainnya Dian Siti, dan Reny Ananter. Pustakawan DPK Provinsi Banten, Nova Wisnu Herani mengatakan, kegiatan ngobrol buku merupakan kegiatan rutin yang dilakukan olehnya dalam setiap bulan. Buku yang dibedah pun berbagai macam tema dan judul. “Setiap bulan kita selalu membedah buku, jadi kalau setahun bisa 12 kali kita lakukan,” katanya. Namun spesial kali ini, berbarengan dengan Hari Anak Nasional buku yang dibedah pun bertemakan tentang pembentukan karakter anak. Kemudian penulis bukunya juga lokal Banten. “Sekarang kita mengundang Ibu Cicih dan Kak Tauny yang merupakan penulis lokal Banten, mereka menyerahkan tulisannya ke kami sebagai bentuk koleksi karya ceta karya rekam, dan penerbit juga lokal,” terangnya. Ia menuturkan, salah satu pembentukan karakter yang ada dalam buku ‘Aku Berbagi Aku Happy’ yakni berbuat baik dengan berbagi tidak perlu dilakukan dengan hal besar, melainkan hal kecil pun sudah dapat membahagiakan orang lain. “Contohnya ke tetangga memberi daun itu juga sudah berbagi, dan itu bisa menyenangkan hati orang lain, doa pun, kita ajarkan kebaikan memberikan doa, kalau temannya sakit,” ungkapnya. Penulis buku Cicih Mulyaningsih, mengatakan buku yang ia tulis diperuntukkan bagi anak yang sudah memasuki Sekolah Dasar (SD) kelas 3 hingga 6. Dalam buku tersebut terdapat 10 cerita yang menggambarkan bagaimana sang anak bisa berbagi dengan orang lain yang tidak selalu berupa uang, bahkan doa pun juga sudah termasuk. “Misalnya memberikan gula kepada semut, itu juga sudah berbagi, jadi memberikan apa saja yang bisa diberikan, termasuk juga dengan senyum kepada orang lain,” katanya. Sementara itu, Penulis lainnya, Tauny Akbari dalam buku yang ia tulis ‘Mengenal Profesi Bersama Hewan Favorit’ yakni berupa mengenalkan profesi dalam bentuk karakter hewan. “Pesannya adalah mengenalkan profesi kepada anak, seperti guru bukan hanya sekedar mengajar tapi perannya juga banyak, dan profesi yang lain berawal dari guru,” paparnya. (*)

advetorial

Banten Kembali Raih Pelopor Provinsi Layak Anak (Provila)

SERANG – Provinsi Banten kembali meraih penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia  (PPPA) dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Nasional Tahun 2022 “Provinsi Banten mendapatkan anugerah Provila, Begitu juga Kabupaten/Kota, delapan Kabupaten /Kota juga menjadi peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak,” ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar usai menghadiri Malam Anugerah KLA 2022 di Hotel Novotel Bogor Golf Resort And Convention Centre Jl. Golf Estate Bogor Raya, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022) malam. “Tentu kita mengapresiasi kepada Bupati/Walikota di Provinsi Banten atas segala kinerjanya yang luar biasa,” tambahnya. Dikatakan Muktabar, anak-anak adalah generasi penerus bangsa. “Di tangan mereka nanti, anak-anak kita yang kita kasihi dan kita cintai, akan dilanjutkan kepemimpinan di daerah, bahkan bisa berkiprah dengan tingkatan kepemimpinan lebih tinggi. Kita selalu mendoakan untuk anak-anak kita, akan membawa Indonesia dan khususnya bagi Provinsi Banten terus maju,” ungkap Muktabar. Menurut Muktabar, Anugerah Provila bagi Provinsi Banten juga beriring dengan langkah-langkah pengurangan stunting dan gizi buruk. Dirinya juga mengungkapkan, jika Pemprov Banten bersama Gubernur se-Jawa dan Bali pada, Kamis (21/7/2022), telah menandatangani kesepakatan dengan Menteri Kesehatan (Menkes)  Republik Indonesia untuk mensukseskan imunisasi anak. Penandatanganan dilaksanakan di kediaman Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak. “Berarti ada tiga momen besar yang kita lakukan terhadap anak. Pertama kita malam hari ini mendapat penghargaan dalam rangka Provinsi, Kabupaten/Kota yang konsen kepada anak. Kedua kita konsen kepada bagaimana penanganan stunting dan gizi buruk terhadap anak. Ketiga, kita berpacu dan sedang mengupayakan peningkatan yang luar biasa di bulan imunisasi anak,” jelasnya. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat memberikan sambutannya. Anugerah KLA diberikan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mempunyai komitmen tinggi untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. “Anak mempunyai hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak partisipasi. Upaya perlindungan khusus dan pemenuhan hak  anak harus terintegrasi,” katanya. Dikatakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan program perlindungan anak di daerah melalui pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal itu diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan KLA. Kabupaten/Kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. “Urusan perlindungan anak merupakan urusan wajib dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah,” ungkap Puspayoga. “Peran penting Provinsi dalam pembinaan dan pengawasan Program Provila. Gubernur sebagai pembina wilayah dapat mendorong Bupati dan Walikota untuk mendorong Kabupaten/Kota mewujudkan KLA,” sambungnya. Pupayoga mengatakan, program KLA dimulai sejak 2006. Tahun ini sebanyak 312 Kabupaten/Kota meraih KLA dan 8 Provinsi meraih Provila. “Apresiasi dan penghargaan kepada daerah atas kerjasama dan daya upaya dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” katanya. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Sitti Ma`ani Nina mengungkapkan, Alhamdulillah Provinsi Banten Tahun 2022 yg ke tiga kali nya secara  berturut-turut mendapatkan Anugerah Provila sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak. “Dapat mendorong seluruh Kabupaten/ Kota memiliki  komitmen yang tinggi dalam mewujudkan KLA melalui penerapan 24 Indikator KLA dengan berbagai kategori  dari pratama, madya, dan nindya. Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan saat ini  mendapatkan predikat Nindya. Semoga ke depan semua Kab/Kota dapat naik kelas lagi,” ungkapnya. “Alhamdulillah, Bapak Penjabat Gubernur Banten sangat fokus terkait pemenuhan hak  anak dan perlindungan khusus anak,” pungkas Nina.(ADV)

advetorial

Sosialisasi Literasi Kerjasama dengan MTs 1 Pandeglang

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten turut serta dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Mts. Negeri 1 Pandeglang pada hari Rabu 20 Juli 2022. Bertempat di ruang perpustakaan Mts. Negeri 1 Pandeglang, seluruh siswa baru sejumlah 350 orang mengikuti kegiatan ini. Sosialisasi literasi ini diisi oleh pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten dan mahasiswa magang Jurusan Ilmu Perpustakaan FIB UNDIP. Pustakawan menyampaikan tentang pentingnya membaca, selain menambah wawasan membaca juga dapat menjaga kekuatan daya ingat, dan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca kita adalah mulai membaca dari genre yang disukai, memberikan waktu khusus untuk membaca tiap harinya, dan meminta rekomendasi bacaan kepada teman. Dalam sesi berbeda, MPLS ini juga dihadiri oleh Mobil Unit Perpustakaan Keliling dan Mobil Pintar. Semua siswa baru diwajibkan untuk membaca buku untuk kemudian diceritakan kembali di hadapan siswa lain. Siswa juga berkesempatan mengakses sumber informasi melalui laptop yang disediakan Mobil Pintar. Hal yang menggembirakan dalam MPLS kali ini adalah partisipasi aktif siswa pada setiap sesi, selain itu dalam sesi tanya jawab, banyak diantara siswa yang rutin membaca buku sehingga memiliki pengalaman membaca yang luar biasa. Beberapa orang bahkan sudah aktif menulis. Pihak sekolah berharap perpustakaan dapat lebih sering berkunjung ke sekolah dan meramaikan program literasi sekolah.

advetorial

Harganas ke-29 tingkat Provinsi Banten Fokus pada Penanganan Stunting

CILEGON – Pencegahan terhadap stunting masih menjadi fokus dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tingkat Provinsi Banten di Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (12/7/2022). Kegiatan bertajuk Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting dihadiri oleh Penjabat Gubernur Banten, Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tavip Agus Rayanto. Selain itu hadir dalam kegiatan tersebut Bupati/Walikota, Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Prov Banten, OPD Provinsi Banten, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina. Acara juga dihadiri oleh seluruh kader PKK, kader KB se Provinsi Banten. Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto optimis melihat upaya Provinsi Banten untuk mencegah stunting. Pemerintah pusat sendiri dikatakan menggelontorkan anggaran per tahun untuk mencegah stunting rata-ratanya Rp 34 triliun yang dikelola 17 kementerian terkait. “Tetapi ternyata belum cukup efektif menurunkan angka stunting di Indonesia. Oleh karena itu, hal yang menjadi penting adalah penguatan peran lini lapangan. Peran tim pendamping keluarga, peran Satgas, peran TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), peran ibu-ibu PKK adalah unsur-unsur penting yang akan mensukseskan harapan Bapak Presiden pada tahun 2024 (angka stunting di Indonesia) menjadi 14 persen,” kata Tavip dalam sambutannya. Di Indonesia sendiri saat ini angka stunting masih 24,4 persen. Dalam kesempatan yang sama Tavip juga mengapresiasi terbentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Provinsi Banten yang akan bersinergi dengan nasional untuk menurunkan stunting. “Saya yakin atas dukungan Bapak Gubernur, Bapak Walikota, Bupati semua yang hadir menganggap momentum penting ini, yang menjadi amanah Bapak Presiden bahwa stunting menjadi beban untuk daya saing Republik Indonesia khususnya di tahun 2045 sebagai negara yang berpotensi menjadi 5 terbesar perekonomiannya di dunia.” Dikatakan, dari 34 Provinsi di Indonesia, Banten masuk 12 wilayah prioritas penanganan stunting. Indikator Banten masuk zona prioritas karena dua hal. Pertama angka anak stunting di Banten termasuk tinggi di samping Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Alasan lain Banten masuk 12 provinsi prioritas salah satunya karena Banten banyak berkontribusi di kancah nasional dalam upaya pencegahan stunting. Pj Gubernur Banten Al Muktabar juga mengapresiasi peran dari ibu-ibu PKK dan seluruh kader Posyandu, Kader KB dan TPPS di Banten. Peran keluarga menurut Al Muktabar sangat sentral dalam mensukseskan target pembangunan baik di daerah maupun di level nasional. “Keluarga berperan penting dalam membuat kita ada seperti saat ini. Saya yakin sistem nilai di keluarga yang membentuk kita semua pada hari ini,” katanya. Pola pendidikan dan asupan makanan yang bergizi di leval keluarga, kata dia, secara tidak langsung akan mendorong dan melahirkan generasi yang unggul dan memiliki daya saing. Dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tersebut, Al Muktabar berharap keluarga di Banten dapat menjadi elemen yang berharga dalam mencapai kemajuan bersama. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina mengatakan, sebagaimana arahan Bapak Pj Gubernur Banten dalam penanganan stunting dilakukan melalui pendekatan tiga level. “Level pertama Melakukan pemberian makanan langsung, untuk kategori gizi buruk, gizi kurang, dengan pendampingan tenaga ahli gizi yang berada di Puskesmas ” kata Nina. Saat ini, kata Nina, penanganan stunting, gizi buruk, dan gizi kurang akan dilakukan secara bersama- sama dengan menggerakan orang tua asuh, selanjutnya level pemberdayaan keluarga dan level pembentukan kelompok. Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif dengan pelaksanaan 8 aksi konvergensi/Aksi terintegrasi. Acara Harganas ke-29 tingkat Provinsi Banten diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pemberian hadiah dan penghargaan bagi para kader hingga acara yang tak kalah penting yakni penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting di Banten oleh berbagai instansi. (Advertorial)

advetorial

Dinsos Banten Berikan Pelatihan untuk Disabilitas dan Gepeng

LEBAK– Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten memberikan pembinaan dan prlatihan kepada puluhan penyandang disabilitas serta gelandangan dan pengemis (Gepeng),  di Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial (PSRTS) Dinsos Lebak di Jalan Siliwangi Pasir Ona, Rangkasbitung.   Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma mengatakan, keahlian yang diberikan kepada penyandang disabilitas dan gepeng tersebut bertujuan agar mereka  bisa mempunyai keahlian.   “Untuk disabilitas diberikan pelatihan menjahit, sedangkan untuk gepeng diberikan pelatihan berupa service handphone dan perbengkelan,” kata Budi saat ditemui awak media saat meninjau pelatihan, Selasa (28/6/2022). Ia menjelaskan, untuk disabilitas yang mengikuti pelatihan menjahit ada sekitar 20 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota di Banten. Sedangkan untuk gepeng ada sebanyak 30 orang yang mengikuti pelatihan.   “Para peserta pelatihan akan diberikan pelatihan selama 23 hari oleh para instruktur yang berpengalaman, dan nantinya bila peserta pelatihan selesai menjalani pelatihan akan diberikan piagam dan peralatan untuk bisa dipergunakan,” ujarnya.   Budi berharap, pada masa mendatang alokasi anggaran untuk pelatihan kaum disabilitas dan gepeng ini makin bertambah, agar nantinya banyak disabilitas dan gepeng yang mau mengikuti pelatihan.   “Setelah para peserta pelatihan selesai mengikuti pelatihan, agar bisa memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk menambah penghasilan, dan tentunya bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat,” ucapnya. Sementara itu, Ahda, salah seorang gepeng asal Kabupaten Pandeglang yang mengikuti pelatihan mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan yang dilaksakan oleh Dinsos Banten.   “Senang banget, dan untuk kedepannya saya akan memanfaatkan keahlian yang saya dapatkan di pelatihan ini untuk membuka bengkel,” katanya. (ADV)

advetorial

RSUD Banten Siapkan Skema Tangani Pasien Hepatitis Akut

Serang,- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi penyakit hepatitis akut atau hepatitis unknown yang belum diketahui penyebabnya tersebut. Rapat pembahasan mengenai persiapan menghadapi hepatitis akut atau hepatitis unknown oleh RSUD Banten tersebut telah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebagai respon RSUD Banten sebagai layanan kesehatan rujukan di Provinsi Banten. Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, MKes mengaku pihaknya telah melakukan rapat pembahasan kesiapan RSUD Banten menghadapi trend kasus hepatitis unkonwn. Menurut Danang, langkah persiapan RSUD Banten dalam trend kasus hepatitis unknown ini ditujukan sebagai respon  Rumah Sakit dalam menghadapi kemungkinan RSUD Banten mendapati kasus Hepatitis Unkonwn dan kesiapan RSUD Banten sebagai layanan kesehatan rujukan di Provinsi Banten. Selain itu, masih kata Danang, pembahasan terkait hepatitis unkonwn juga meliputi evaluasi pelaksanaan disiplin Protokol kesehatan dalam pelayanan kesehatan di RSUD Banten, yang meliputi disipilin cuci tangan yang baik dan benar, protokol penggunaan APD, serta perencanaan pengaturan ruang isolasi terkait pasien yang dicurigai mengarah kepada kasus Hepatitis, pengaturan keluarga atau penunggu pasien anak dengan gejala hepatitis serta kesiapan manajemen lainnya yang terkait. Rapat persiapa dihadiri oleh seluruh kepala instalasi, kepala ruangan dan staf terkait bertempat di Aula Direksi, Gedung Rajawali Lantai 3, RSUD Banten. Pada sisi lain, pihaknya berharap kejadian kasus hepatitis tidak terus meluas, selain pihaknya juga mengajak kepada masyarakat untuk tetap waspada menjalankan protokol kesehatan dan menjaga anak kita dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. “Semoga diharapkan kasus hepatitis yang meluas dapat kita cegah dan kepada masyarakat juga agar dihimbau untuk tetap waspada menjalankan protokol kesehatan dan menjaga anak kita dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari,” kata Danang. Sementara itu, Dokter Anak RSUD Banten, dr. Regia Sabaraty Sinurat mengatakan kasus hepatitis unkonwn atau hepatitis akut yang tidak diketahui etiologi nya ini merupakan kasus penyakit dengan gejala menyerupai hepatitis yang penyebabnya bukan berasal dari virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E yang sampai saat ini masih dalam pengembangan penyelidikan terkait penyebab dan orang yang paling beresiko terkena penyakit ini dimana penyebarannya saat ini sedang meningkat di beberapa negara di dunia. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan petugas survailance dari mulai di tingkat Puskesmas sampai Dinkes Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten siap dalam mengantisipasi kasus hepatitis akut melalui proses skrining. Saat ini juga, petugas akan melakukan swepping anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi hepatitis. “Saat ini persiapan swepping anak anak yang belum mendapatkan imunisasi hepatitis untuk mencegah terjadinya hepatitis akut pada anak,” ujar Ati. Terkait kesiapan fasilitas kesehatan, Ati meminta seluruh rumah sakit untuk menyiapkan ruang isolasi khsusu merawat pasien hepatitis akut. “Karena ini (hepatitis akut) salah satu bagian penyakit menular, kita akan melakukan perawatan (pasien) di ruang isolasi. Tapi, untuk ruangan khsusus itu, setiap rumah sakit sudah mempunyai ruang siolasi,” kata Ati. Ati pun meminta agar para orangtua untuk mewaspadai penyakit hepatitis akut yang dapat menular melalui pernapaan. Untuk itu, orangtua memperhatikan kondisi daya tahan tubuhnya, gizinya, prilaku hidup bersih anak-anaknya. “Pada prinsipnya virus ini tergantung daya tahan tubuh, karena apapun virus saat daya tahan tubuh baik dia tidak masuk bergejala. Jadi, prilaku hidup sehat itu nomor satu, terus mengupayakan gizi yang seimbang,” jelasnya.(ADV)

advetorial

Kepala Dindikbud Banten: PPDB Tetap Gunakan Empat Jalur

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memastikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK/SKh tahun ajaran 2022/2023 tetap menggunakan empat jalur, yaitu, zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi. Sementara, waktu pembukaan PPDB online SMA akan dimulai pada 15 Juni hingga 18 Juni 2022. Untuk SMK akan dibuka pada 15 Juni hingga 20 Juni 2022. Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Keputusan Nomor 800/220/Dindikbud/2022 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Atas Negeri, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Sekolah Khusus Negeri Provinsi Banten Tahun Ajaran 2022/2023. Dimana, berdasarkan arahan Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, PPDB online di Banten tidak terintegrasi secara keseluruhan se-provinsi, melainkan dilaksanakan oleh masing-masing melalui website sekolah. “Ada empat jalur pendaftaran PPDB. Keempatnya yaitu zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orangtua,” kata Tabrani, Senin (30/5/2022). Tabrani menjelaskan, untuk jadwal, PPDB online SMA negeri jalur zonasi dilakukan pada 15 Juni sampai 18 Juni dan diumumkan pada 20 Juni. Tabrani melanjutkan, domisili calon peserta didik berdasarkan alamat rumah pada Kartu Keluarga atau Surat Keterangan Domisili yang menerangkan dari RT/RW yang dilegalisasi oleh kelurahan daerah setempat. Surat Keterangan Domisili itu kata dia, harus menerangkan bahwa calon peserta didik yang bersangkutan telah tinggal sekurang-kurangnya adalah 12 bulan sebelum tanggal 15 Juni 2022 bagi calon peserta didik yang tidak memiliki kartu keluarga disebabkan oleh bencana alam atau bencana sosial. “Di Serang beberapa waktu lalu terjadi bencana alam banjir, jadi mungkin saja Kartu Keluarganya hilang atau rusak. Maka boleh menggunakan Surat Keterangan Domisili,” sebutnya. Diketahui, pembukaan PPDB mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB. (ADV)

advetorial

RSUD Banten Terus Tingkatkan Kompetensi Perawat ICU

Dalam upaya peningkatan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat Banten, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten terus memberikan pembekalan kepada pegawai agar semakin handal dan profesional.   Seperti baru-baru ini dilakukan RSUD Banten bekerjasama Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) dengan menggelar pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para perawat dalam memberikan asuhan layanan pasien intensif dasar di RSUD Banten.   Bertempat di ruang Serbaguna Gedung Garuda Lantai 2 RSUD Banten, kegiatan pelatihan pengetahuan dan keterampilan ini diikuti oleh puluhan perawat RSUD Banten dalam peningkatan asuhan layanan pasien yang handal dan profesional. Dibawah koordinasi Subag Pendidikan dan Pelatihan, Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para perawat dalam memberikan asuhan layanan pasien intensif dasar di RSUD Banten.   Direktur RSUD Banten Dr. Dadang Hamzah Nugroho, M.Kes mengatatakan, Rangkaian pelatihan dilakukan melalui pembelajaran teori secara online dan pembelajaran praktikum yang diselenggarakan secara offline.   “Semuanya ini ditujukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para perawat dalam memberikan asuhan layanan pasien intensif dasar di RSUD Banten,” kata Danang, kepada wartawan.   Lebih jauh Danang menjelaskan, sebanyak 30 perawat antusias mengikuti kegiatan pelatihan pengetahuan dan keterampilan ini diikuti oleh puluhan perawat RSUD Banten dalam peningkatan asuhan layanan pasien. Pada akhir kegiatan, sambung Danang, para peserta pelatihan mendapatkan Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi dari hasil Uji Kompetensi sebagai bukti telah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan.   Menurutnya, dari hasil kegiatan pelatihan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya peningkatan asuhan layanan pasien ini, terbukti banyak memberikan banyak manfaat dalam peningkatan pemahaman dan skill seputar layanan intensif dasar.   “Diantaranya, mengenai Standar Pelayanan, Dokumentasi Pelaporan ICU, pemahaman terkait cairan elektrolit, keseimbangan asam basa, hingga mengenai grey area, SOP, peraturan perundang-undangan dan Etik Legal pada intensif care unit,” katanya.   Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami dan meningkatan skill atau kompetensi layanan intensif dasar. Para peserta pelatihan HIPERCCI juga mendapat Sertifikat Kompetensi apabila mampu mengikuti dan berhasil lulus dalam uji kompetensi yang diselenggarakan pada akhir pelatihan.   Pada penutup, pihaknya menyampaikan selamat atas keberhasilan para perawat yang telah mengikuti pelatihan dengan baik dan untuk semua perawat yang sudah mendapatkan pelatihan critical care ini diharapkan menjadi perawat yang handal dan profesional dalam melaksanakan tugas baik secara medis maupun secara komunikasi kepada pasien.(ADV)

advetorial

Panti Milik Dinsos Banten Ditargetkan Jadi Role Model Nasional

SERANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial (PSRTS) di Pasir Ona, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ditargetkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten menjadi role model (model percontohan) nasional. Dimana penanganan rehabiltasi bagi masyarakat penyandang tuna sosial dilakukan secara terintegrasi. Diketahui, UPTD PSRTS Dinsos Banten di Pasir Ona, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mempunyai luas lahan seebsar 6.595 meter persegi. Sekretaris Dinsos Provinsi Banten, Budi Dharma Sumapradja mengatakan, pihaknya berencana akan menambah gedung rehabilitasi masyaraat penyandang tuna sosial. Penambahan gedung itu, lanjut Budi, diharapkan akan mempermudah pelayanan para penyandang masalah social yang direhabilitasi di panti social tersebut. Dimana, dalam penanganannya akan dilakukan secara terintegrasi. “Saat ini kita sudah ada dua atau tiga gedung, nanti kita tambah menjadi lima gedung lagi. Jadi nanti akan terintegrasi seluruh pelayanannya. Dan (PSRTS Ona) ini juga akan jadi model percontohan (role model) nasional,” kata Budi, Rabu (25/5/2022). Budi menjelaskan, penambahan gedung tersebut untuk menambah fasilitas barupa ruang praktik pemberdayaan bagi para penyandang masalah sosial, pnginapan dan lain sebagainya. “Contoh penyandang disabilitas terlantar kita kasih pelatihan, dibekali keterampilan menjahit misalnya. Kita fasilitasi mereka. Karena kedisabilitasan tidak menjadi penghalang untuk memperolah hak hidup dan hak mempertahankan kehidupannya,” jelasnya. Budi berharap dengan adanya rencana tersebut target UPTD PSRTS Ona sebagai role model nasional dapat tercapai. Selain itu juga keberdaan panti social tersebut dapat bermanfaat, khususnya bagi para penyandang masalah sosial. “Pastinya harus punya manfaat. Dengan penangan secara terintegrasi, pelayanan juga akan cepat, lalu pemberdayaan mereka (masyarakat penyandang tuna sosial) juga akan terus ditingkatkan, sehingga pasca keluar dari panti, mereka dapat berguna di masyarakat dengan keterampilan-keterampilan yang diberikan selama menjalani rehabilitasi,” ujarnya. (ADV)

advetorial

Kebudayaan Dinilai Jadi Faktor Penting dalam Memajukan Daerah dan Negara

SERANG – Kebudayaan dinilai menjadi faktor penting dalam tonggak kemajuan daerah dan negara. Sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan oleh pemerimtah. Hal tersebut disampaikan Kelala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani. Ia menyebutkan, Banten memiliki kebudayaan yang beragam dan menjadi salah satu modal penggerak pembangunan daerah. Mengingat di sejumlah negara maju, mampu mengkapitalisasi kekayaan budayanya melalui suatu proses modernisasi dalam rangka akselerasi pembangunan sosial-ekonomi. “Selain menjadi akar kehidupan dan corak identitas Banten, kebudayaan juga harus mampu menjadi penggerak pembangunan,” katanya, Selasa 17 Mei 2022. Atas dasar itu, kebudayaan wajin diekspresikan dan diberdayakan agar menjadi faktor penggerak karakter Bangsa. Di sisi lain, Tabrani meyakini Banten yang memiliki banyak khazanah budaya, berpotensi untuk menjadi modal pembangunan atau Industri berbasis budaya. “Kebudayaan harus terus diekspresikan, dikembangkan, dan diberdayakan agar menjadi faktor pembentuk karakter Bangsa,” ungkapnya. Selain itu, Tabrani menyampaikan terima kasih kepada satuan pendidikan, pelaku seni, komunitas, sanggar, kelompok masyarakat, yang telah melakukan pengarusutamaan melalui media sosial dan pertunjukan langsung di Banten. “Semoga masyarakat lebih mengenal kebudayaan Banten. Jaga dan lestarikan kebudayaan Banten,” jelasnya.(ADV)