Menanggapi kisruh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) akhirnya angkat bicara dan mengungkapkan bahwa Al Muktabar, Sekda Provinsi Banten non aktif, telah menghadap dirinya pada Minggu malam (20/2/2022).
“Saudara Al Muktabar menyampaikan permohonan maaf dan permohonan bisa diterima kembali sebagai sekretaris daerah,” ungkap Gubernur WH, Senin (21/2/2022).
“Dan berjanji untuk memindahkan status kepegawaiannya ke Provinsi Banten dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Menyikapi atas apa yang disampaikan, lanjut Gubernur WH, dirinya mempersiapkan surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk menarik Surat Usulan Pemberhentian Sekda Provinsi Banten.
Gubernur WH juga berharap kepada masyarakat Banten untuk tetap tenang dan tidak.menjadikan hal ini sebagai komoditas politik. “Bahwa persoalan Sekda sudah clear, sudah selesai,” pungkasnya. (Red)
Bakal calon gubernur Banten Airin Rachmi Diany hadir dalam kegiatan buka bersama Keluarga besar Perkumpulan Urang Banten (PUB) dengan tajuk ‘Ngariung Ramadhan’ di Pokel Garden Restoran, Kota Serang, Selasa (4/4/2023). Hadir juga sejumlah Tokoh Banten, Politisi, Akademisi, Birokrasi, dan para pengusaha di Provinsi Banten. Diantaranya, Ketua Umum PUB, Taufiqurrahman Ruki, Sekretaris PUB, Iyus Yusuf Suptandar, Ketua PB Mathla’ul Anwar, Haji Embay Mulya Syarief, Ketua MUI Banten, KH Tb Hamdi Ma’ani. Kemudian, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wawan Wahyuddin, Rektor Untirta, Prof. Dr. Fatah Sulaiman, Ketum SMSI, Firdaus, dan juga mantan Dirut PT Krakatau Steel, Daenulhay. Kehadiran Airin di acara itu nampaknya cukup menarik perhatian, ia hadir tepat saat memasuki waktu berbuka dan jelang doa bersama. Nama Airin sontak langsung disebut dan mendapat sambutan oleh Ketua Umum PUB Taufiqurrahman Ruki saat itu. Bahkan, Ki Empik sapaanya, mengatakan bahwa Airin sudah bisa menjadi bagian dari keluarga besar Banten. “Selamat datang untuk tamu kita yang baru hadir, ternyata ada Ibu Airin. Jadi ibu Aİrin ini sudah memenuhi syarat jadi bagian dari PUB,” ujarnya sambil diwarnai gemuruh tepuk tangan Dalam kesempatan tersebut, Airin mengaku hadir bersama sejumlah Tokoh Banten hanya untuk berbuka puasa bersama. Selain itu, ditanya apakah ini jadi ajang konsolidasi politik jelang Pilkada dirinya dengan para tokoh Banten, Airin menjawab santai. “Saya tadi cuma hadir undangan buka puasa aja, ikut makan-makan saja, gak ada obrolan serius kok. Makanannya enak tadi kan ya,” ujar Airin kepada media. Selain sosok Airin, nama lain yang juga mendapat atensi dan disebut secara khusus oleh Ketua Umum PUB di acara itu, adalah Akhman Taufik Nuriman (ATN), mantan Bupati Serang. Kedua sosok ini, yaitu Airin dan ATN cukup menjadi perhatian di acara tersebut, terlebih pada momen buka puasa bersama, Airin dan ATN nampak duduk satu meja untuk makan bersama. Kebersamaan Airin dan ATN memang tergolong langka. Pasalnya rekam jejak mereka berdua sebagai politisi merupakan bagian dari kelompok politik yang kerap berbeda jalan pada agenda-agenda politik sebelumnya. Kali ini, keduanya dalam satu meja di momen berkumpulnya para tokoh Banten. (*)
SERANG,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Anti Kejahatan Seksual (Ganas) menggelar aksi penolakan Permendikbudristek No 30 Tahun 2021. Hal itu lantaran Peraturan tersebut dinilai dapat melegalkan perzinahan hingga LGBT di kalangan mahasiswa. Humas aksi, Azizah Ika mengatakan bahwa Permendikbudristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) digadang-gadang sebagai produk hukum yang memihak dan peduli terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan kampus. “Pihak-pihak yang pro menafsirkan bahwa ini adalah bentuk jaminan hukum terhadap korban dalam menuntut keadilan atas peristiwa pelecehan seksual yang dialami,” ujarnya, Kamis (2/12/2021). Selain itu, Permendikbudristek tersebut juga disebut menjamin sexual consent atau persetujuan kedua belah pihak dalam melakukan hubungan seksual di kalangan mahasiswa. Sehingga, kebebasan mereka terhadap otoritas tubuhnya sendiri pun terjamin. Hal itu menurut Ika hanya sekadar ilusi semata. Sebab pihaknya berpendapat bahwa Permendikbudristek justru malah berpotensi memberikan masalah baru di kemudian hari. “Setelah ditelaah lebih jauh secara substansial ternyata Permendikbudristek PPKS ini banyak memiliki kejanggalan-kejanggalan dan kecacatan hukum,” katanya. Ia menjelaskan, selain inkonstitusional dalam penyusunannya, Kemendikbud selaku instansi yang mengeluarkan aturan pun mengabaikan komitmen moral dalam menyusun aturan tersebut. Seperti pada frasa ‘tanpa persetujuan korban’ atau sexual consent yang ada pada beberapa pasal aturan itu. “Jelas ini sebagai implementasi ideologi feminis radikal yang disusupkan dalam produk hukum kita, yang tujuan besarnya adalah menanamkan liberalisme seksualitas dalam hukum seperti legalisasi zina, legalisasi LGBTQ, prostitusi dan aborsi yang sangat jelas bertentangan dengan moral Pancasila, UUD 1945 dan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia,” tegasnya. Aksi yang diikuti oleh tiga organisasi yakni KAMMI, HMI MPO dan FMI tersebut pun menuntut lima hal. Pertama, mereka menuntut Mendikbud Nadiem Makarim untuk mencabut Permendikbudristek karena dinilai mengandung pasal yang multitafsir dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama. “Menuntut Kemendikbudristek untuk membentuk dan menerbitkan peraturan perundang-undangan tentang pencegahan kejahatan kesusilaan yang sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ika. Selanjutnya, aliansi Ganas menuntut Kemendikbudristek untuk segera mengadakan Rapat Dengan Pendapat (RDP) secara terbuka bersama masyarakat, untuk memperoleh masukan dalam penyusunan aturan pengganti Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021. Pihaknya juga menuntut agar DPR RI dan Presiden melakukan evaluasi serta teguran kepada Kemendikbudristek, yang telah mengeluarkan aturan yang menghebohkan masyarakat. “Apabila poin satu, dua dan tiga tidak dilakukan maka, kami menuntut agar Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya,” tandasnya. (Arr)
Ratusan Ibu-ibu di Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang menyambut antusias kehadiran Airin Rachmi Diany sebagai Calon anggota legislatif (Caleg) anggota DPR RI dari Partai Golkar Daerah pemilihan (Dapil) Banten III, Minggu (29/10/2023). “Ibu Airin Rachmi Diany, menang, menang, menang, menang!,” teriak para Ibu dengan semangat. Kedatangan Airin yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu dalam rangka silaturahmi. Selain di Batu Ceper, Ia juga menyapa warga di Kecamatan Neglasari, Tangerang, dan Pinang, Kota Tangerang. Diketahui, Airin Rachmi Diany merupakan salah satu Caleg DPR RI di Pemilihan legislatif (Pileg) 2024 untuk Dapil Banten III Nomor urut 1 yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Selain itu, ia juga sangat aktif turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihannya. “Alhamdulillah, saya masih bisa hadir dan bersilaturahmi di wilayah Batu Ceper, terima kasih atas sambutan hangatnya, semoga keguyuban, kekompakan, dan kekeluargaan ini bisa terus kita jaga,” ujar Airin Airin juga menyebut, niatnya maju menjadi Caleg DPR RI itu harapannya bisa memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat melalui kebijakan yang tepat sasaran. “Sebaik-sebaiknya manusia adalah manusia yang selalu memberikan manfaat, dengan ilmu dan pengalaman, mudah-mudahan menjadi ladang ibadah dengan amanah yang Allah SWT berikan,” ungkapnya Pada kesemapatan yang sama, harapan besar diungkap oleh seorang warga Batu Ceper, Lasmini. Selain berharap Airin menjadi anggota DPR RI, Ia juga meminta Airin untuk menjalankan amanah dan merealisasikan kebutuhan warga. “Ibu Airin menang, semoga apa yang diminta warga bisa dibantu, karena kita juga percaya Ibu Airin amanah,” pungkasnya