Gempa bumi kembali guncang Banten Selatan, kali ini kekuatan gempa sampai 5,5 magnitudo. Efek getaran dari gempa dirasakan di wilayah Lebak sampai Pandeglang, Banten.
Menurut data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) gempa berkekuatan 5,5 magnitudo itu berada di 77 kilometer lepas pantau Bayah, Kabupaten Lebak. Dengan kedalaman 10 kilometer
Gempa tersebut terjadi pada pukul 17.10 WIB dan tidak berpotensi tsunami. Sampai saat ini belum ada laporan terrusakan akibat gempa yang terjadi.
SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta persoalan penyempitan badan sungai menjadi concern atau perhatian semua pihak tanpa kecuali, baik pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, penyempitan badan sungai di Cibanten diyakini menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Kota Serang Selasa (1/3) lalu. “Lihat itu, masa sampai ada bangunan yang menjorok, nyaris berada di badan sungai,” kata Andika kepada pers saat meninjau langsung kondisi aliran sungai Cibanten di kawasan Sempu, Kota Serang, Rabu (2/3). Andika yang didampingi Walikota Serang Syafrudin diajak melihat langsung penyempitan badan sungai di lokasi tersebut oleh Kepala BBWSC 3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian) I Ketut Jayada, setelah sebelumnya mereka juga meninjau Bendungan Sindangheula. Menurut Andika, dalam waktu dekat ini perlu dilakukan upaya penertiban bangunan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Andika meminta Pemkot Serang sebagai Pemda yang berwenang terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Kota Serang yang dilintasi Sungai Cibanten melakukan langkah-langkah penertiban. Saat ini, kata Andika, Pemprov Banten sendiri tengah menunggu Detail Enginering Design (DED) kegiatan penataan badan sungai dan DAS Cibanten yang tengah dikerjakan BBWSC3. “Memang kan sudah masuk dalam perencanaan dan penganggaran pihak BBWSC3 soal penataan Cibanten ini. Nanti tiba waktu pelaksanaan pengerjaannya kami dan Pemkot Serang yang akan mengawal terkait penertiban lahannya,” papar Andika. Terkait penyempitan badan sungai sendiri, Andika mengakui hal itu bukan hanya disebabkan oleh berdirinya bangunan-bangunan di DAS. Lebih dari itu perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah ke sungai juga menjadi penyebab terjadinya penyempitan badan sungai. “Jadi minta tolong kepada teman-teman pers juga untuk bisa ikut membantu mengedukasi masyarakat terkait dengan peduli lingkungan ini,” kata Andika. Sebelumnya saat meninjau Bendungan Sindangheula, Kepala BBWSC 3 I Ketut Jayada menerangkan kepada Andika dan Syafrudin, bahwa pada malam hari sebelum terjadinya banjir di Kota Serang tersebut, wilayah Kota Serang dan wilayah hulu aliran Sungai Cibanten di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi dan di luar kebiasaan. “Curah hujannya mencapai 243 mm dengan durasi yang sangat lama, dan (hujan) ini yang disebut dengan hujan kala ulang yang siklusnya 200 tahunan. Ini luar biasa sekali,” kata Ketut. Akibat curah hujan yang luar biasa tinggi tersebut, Bendungan Sindangheula mengalami kelebihan volume air sebanyak 2 juta kubik dari kapasitas maksimumnya yang sebesar 9 juta kubik. Kelebihan volume air sebesar 2 juta kubik itu lah, kata Ketut, yang kemudian secara alami mengalir ke sungai Cibanten. “Masalahnya Sungai Cibanten kondisinya mengalami penyempitan dan sedimentasi sehingga tidak mampu secara aman mengalirkan kelebihan daya tampung Bendungan Sindangheula yang sebesar 2 juta kubik tersebut ke wilayah hilir Sungai Cibanten di perairan laut di Kota Serang dan Kabupaten Serang,” paparnya. Senada dengan Andika, Ketut meminta masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk dapat memperlakukan sungai bukan sebagai halaman belakang sehingga kemudian tidak mempedulikan kondisi sungai. “Nanti kalau sudah kita tata, mari kita jaga sungai bersama-sama. Jadikan sungai itu sebagai beranda, sebagai teras depan rumah sehingga kita ingin mempercantik dan menjaganya terlihat baik,” kata Ketut. Untuk diketahui, sebelum kunjungan ke Bendungan Sindangheula dan titik penyempitan badan Sungai Cibanten di kawasan Sempu tadi, Andika memimpin Rapat Koordinasi terkait penanganan banjir Kota Serang tersebut di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang. Selain diikuti oleh Syafrudin dan Ketut, rapat juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar, dan Asisten Daerah I Pemprov Banten Septo Kalnadi. Sejumlah Kepala OPD Pemprov Banten tampak hadir di antaranya Kepala BPBD Nana Suryana, Kepala Dinas PUPR Arlan Marzan, Kepala Dinas Sosial Nurhana dan Kepala Satpol PP Agus Supriyadi. Sementara Syafrudin sendiri tampak didampingi Sekretaris Daerah Pemkot Serang Nanang Saefudin. Juga tampak hadir mewakili Pemkab Serang, Kepala BPBD, Nana Sukmana Kusuma. (red)
SERANG – Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Banten bersama dinas kesehatan dan Puskesmas melaksanakan vaksinasi di desa Kalapian Kecamatan Pontang. BIN menyasar para lansia dan warga yang tidak bisa datang ke posko vaksinasi. Serang (22/12/2021). Tim vaksinasi menyusuri perkampungan di Desa Kalapian mencari orang-orang yang belum melaksanakan vaksinasi terutama para lansia yang tidak bisa hadir langsung ke posko vaksinasi, maka dari itu tim vaksinasi mendatangi mereka langsung untuk melaksanakan vaksinasi. Kabinda Banten Brigjen TNI Cahyono Cahaya Angkasa mengatakan, pihaknya mendatangi orang-orang yang sulit untuk datang ke gerai vaksin. “Kita bantu mereka untuk vaksin karena vaksin ini sangat penting agar kita bisa kuat untuk melawan virus covid-19 terutama lansia yang sangat rentan terhadap virus covid-19,” katanya. Walaupun penyebaran covid-19 sudah melandai tetapi, kata dia, akan tetapi harus selalu waspada terlebih adanya varian baru varian Omicron yang sudah merambah beberapa negara. “Bila sudah divaksin insya Allah kita akan kuat untuk melawan covid-19,” ujarnya. Kepala Desa Kalapian Astalani mengatakan, pihaknya mewakili warga desa kalapian Kecamatan Pontang mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan kepala Badan Intelijen Negara yang telah menyelenggarakan vaksinasi di desanya. “Harapan saya ya agar semua warga desa kalapian mau di vaksin dan sehat semua terhindar dari virus covid-19 jangan terpengaruh dengan isu-isu atau hoak tentang vaksin,” ujar Astalani. Sementara itu, salah satu lansia dari desa kalapian Muhaimin mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih banyak atas penyelenggaraan vaksinasi di Desa Kelapian. “Insya Allah dengan ihtiar ini kita bisa melewati ujian wabah covid-19, Alhamdulillah saya sudah divaksin dosis yang kedua bagi yang belum divaksin segera lakukan vaksinasi insyaallah vaksin aman dan halal,” ujarnya. (red)
Banten | Pilgub Banten 2023 semakin hari makin menarik bahkan berbagai gimmick dan canda politik terkait pilkada di daerah ini telah menyentuh keluarga istana. Adalah Kaesang Pangarep putera Presiden Jokowi yang disebut-sebut layak menjadi calon Gubernur Banten. Hal mana diungkapkan akun Twitter @amandasah_. yang menyebut suami dari Erina Gudono itu cocok. “Kaesang Jadi Gubernur Banten Mulai Disambut Positif! Mohon izin mas @gibran_tweet kalau @kaesangp jd rebutan, aku rasa langsung Banten 1 aja. Banten butuh pemimpin yg bisa memperbaiki kemiskinan struktural dan dipimpin oleh generasi yg jauh dr korupsi,” tulis netizen tersebut dikutip pada Jumat (19/5/2023). Cuitan tersebut direspon oleh Gibran yang menjabat Walikota Solo, “Gila pindah kota lagi. Kayaknya mau nyalon di semua kota,” tulisnya. Menanggapi ramainya perbincangan mengenai pilkada Banten 2024 tersebut, pengamat dari LSPI (Lembaga Survei Politik Indonesia) Rachmayanti Kusumaningtyas disebabkan telah beredarnya alat peraga sosialisasi dan kampanye para bakal calon gubernur yang terbilang cukup massif. Sehingga dengan demikian pilkada Banten yang waktu pelaksanaannya masih lama dan akan didahului oleh pilpres dan pileg, menjadi menarik. Rachmayanti menyebut faktor Airin Rachmi Diany menjadi trigger di pilkada Banten itu. Wajah Airin dengan tatapan optimis disertai tagline ‘Banten Maju Bersama’ dan kalimat propaganda ‘Airin Bukan Yang Lain’, menyebar di seantero wilayah Banten bahkan sampai ke pelosok. Hal demikian memancing publik untuk membincangkan pilkada Banten. “Saya melihat kehadiran Airin di ruang-ruang publik dan kunjungannya ke berbagai desa telah membuat Pilgub Banten yang masih lama waktu pelaksanaannya menjadi perbincangan. Gerakan Airin juga telah membuat para bakal calon lain terpaksa ikut bergerak walau tidak semassif dirinya. Posisi Airin yang demikian itu telah membuatnya seolah figur incumbent, padahal nyatanya dia adalah pendatang baru di pilgub,” demikian ujarnya kepada media, Ahad (21/5). Rachmayanti menyebut, data yang dimiliki lembaganya mencatat popularitas Airin telah lebih dari cukup untuk menjadi modalnya maju dalam kontestasi. Airin juga lebih disukai secara pribadi baik dari sisi penampilan, keramahan, kecerdasan dan kepedulian. Airin dipandang punya modal pengalaman dalam pemerintahan sebagai walikota dan publik mengetahui dirinya adalah tokoh partai tingkat nasional. “Data menunjukan Airin disukai pemilih,” pungkasnya.