

Related Articles
BIN Banten Datang Ke Pontang, Vaksin Anak Usia 6-11 Tahun
SERANG – Badan Intelijen Negara (BIN) Banten mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Kali ini BIN selenggarakan di SDN Sukanegara 2 Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Selasa (25/1/2022). Dalam pelaksanaanya BIN Banten menargetkan sejumlah anak yang tervaksin sebanyak 1.500 dosis vaksin sinovac di sekolah yang adi di wilayah Kecamatan Pontang. Pemerintah telah memulai vaksinasi anak usia 6-11 tahun setelah terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 66 tahun 2021. Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia. Pelaksanaan vaksinasi bagi anak ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) melalui surat nomor 166/ITAGI/Adm/XII/2021 tanggal 9 Desember 2021 perihal kajian vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun. Heri Sosiawan Selaku Camat Pontang mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan vaksinasi di wilayahnya. “Harapan saya agar semua orang tua mau anaknya divaksin adapun bila punya riwayat penyakit tolong sampaikan petugas kesehatan akan memeriksanya jadi jangan khawatir vaksin aman dan halal,” katanya. Bahrum Selaku Kepala Puskesmas Pontang mengatakan, kegiatan itu dapat membantu percepatan vaksinasi di wilayahnya. “Alhamdulilah anak-anak antusias mengikuti vaksinasi ini,” ujar Bahrum. Suganda Selaku Kepala Sekolah SDN Sukanegara 2 Mengatakan, dengan adanya vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini pihaknya bisa melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan aman dan nyaman. “Terimakasih BIN yang telah membantu vaksinasi di sekolah kami,” katanya. Salah seorang siswa SDN Sukanegara 2 Alifah Fitriyani menyampaikan kesannya setelah menerima vaksin. “Saya sudah divaksin, semoga kita semua sehat, terimakasih pak Presiden Jokowi,” katanya. (red)
Kepatuhan K3 Perusahaan di Banten Naik 40 Persen
SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyerahkan penghargaan kepada 433 perusahaan di Banten penerima penghargaan Zero Accident, Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), Penanggulangan Covid 19 dan Penanggulangan HIV/Aids. Prosesi pemberian penghargaan yang dilakukan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, pada Rabu (23/2) tersebut dilakukan secara hybrid atau dengan kehadiran peserta acar secara gabungan antara online dan offline. “Tahun ini penghargaan diberikan kepada 433 perusahaan, ini naik sekitar 40% di banding tahun lalu. Artinya kepatuhan perusahaan di Banten terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) meningkat,” kata Andika kepada pers usai acara. Sebelumnya dalam sambutannya, Andika mengajak segenap stakeholder ketenagakerjaan agar membangun sikap optimisme kaitan pandemi Covid-19 yang saat ini sudah memasuki gelombang ketiga dengan varian Omicronnya. Menurut Andika, beberapa pakar epidemiologi menyebutkan bahwa pandemi di Indonesia akan menjadi endemi di mana masih ada penularan virus namun tidak membebani fasilitas kesehatan yang ada. “Semoga tentunya menjadi harapan kita semua pandemi segera berakhir agar kita dapat menjalankan rutinitas dengan aman dan produktif seperti sedia kala,” katanya. Andika juga mengajak perusahaan di Banten untuk membantu program penanganan Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dilakukan Pemerintah yaitu mengejar immunity heard melalui vaksinasi. Di Banten sendiri, Andika mengulas per 22 Februari 2022 vaksinasi telah mencapai 90,2 persen untuk dosis pertama, dan 63,2 persen untuk dosis kedua dari total sebanyak 9.229.383 sasaran. “Untuk booster sekarang juga masih kita genjot terus agar target dicanangkan Pemerintah Pusat dapat segera tercapai,” imbuhnya. Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten dalam laporannya mengungkapkan, sebanyak 433 penghargaan tersebut masing-masing adalah penghargaan Nihil kecelakaan atau zero accident award kepada 133 perusahaan; Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) kepada 167 perusahaan; pencegahan dan penanggulangan Covid-19 kepada 111 perusahaan dan penghargaan HIV/AIDS kepada 18 perusahaan. “Dan untuk masing-masing kategori penghargaan ini angkanya meningkat dibanding tahun lalu. Ini artinya kepatuhan perushaan wajib lapor di Banten yang seluruhnya saat ini berjumlah 29.163 perushaan meningkat,” paparnya seraya mengatakan bahwa Pemprov Banten tahun lalu juga masuk ke dalam 8 besar Nasional pembina ketenagakerjaan karena dinilai berhasil meningkatkan kepatuhan perusahaan di Banten terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.
Edi Mulyadi Minta Maaf Soal Tempat Jin Buang Anak, Ini Argumentasinya
Jakarta – Setelah ucapannya soal tempat jin buang anak menyinggung dan dikecam masyarakat Kalimantan, Edi Mulyadi akhirnya meminta maaf dan berargumen bahwa penyataannya itu bermaksud menggambarkan tempat yang jauh. Permintaan maaf itu disampaikan oleh Edy melalui akun YouTubenya, BANG EDY CHANNEL. Dalam video klarifikasi itu, dia awalnya menyinggung kembali pernyataannya. “Kalimatnya gini lengkapnya ‘kita ini punya tempat bagus mahal di Jakarta, tiba-tiba kita jual kita pindah tempat ke tempat jin buang anak’, kalimatnya kurang-lebih gitu, ‘lalu kita pindah ke tempat jin buang anak’,” kata Edy seperti dilihat detikcom melalui channel YouTube-nya, Senin (24/1/2022). Edy lantas menjelaskan maksud pernyataan tempat jin buang anak, yakni untuk menggambarkan istilah lokasi yang jauh. Dia lantas menyebut Monas hingga BSD juga dulu disebut sebagai tempat jin buang anak. “Di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat yang jauh, jangankan Kalimantan, istilah kita mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat jin buang anak, BSD, Balai Serpong Damai itu tahun ’80-90-an itu tempat jin buang anak, jadi istilah biasa,” ucapnya. Lebih lanjut, Edy Mulyadi menduga memang ada pihak yang sengaja memainkan isu yang diucapkannya itu. Bagaimanapun, dia mengakui tetap meminta maaf terkait pernyataannya. “Tapi temen-temen saya nggak tahu dengan motif apa segala macam ada yang berusaha memainkan isu ini, tapi meski demikian saya ingin sampaikan bahwa saya minta maaf itu benar-benar bukan masalah, saya akan minta maaf, itu mau dianggap salah atau tidak salah saya minta maaf,” ujarnya.



