SERANG – Dalam rangka berupaya mengentaskan kemiskinan, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten turut membantu masyarakat dalam permodalan untuk program Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Dalam praktiknya, pengembangan UEP tidak hanya dilakukan oleh Dinsos saja, akan tetapi perlu dukungan dan kerjasama lintas sektoral dan para stakeholder lainnya. Sementara itu, angka kemiskininan di Provinsi Banten saat ini masih cukup tinggi yaitu di angka 6,4 persen. Kepala Dinsos Provinsi Banten, Nurhana mengatakan, pada 2021 lalu, pihaknya juga telah menggelontorkan program UEP di masa Pandemi Covid-19 sebesar Rp 2,5 juta per keluarga penerima manfaat (KPM). Meski begitu, untuk memaksimalkan program tersebut, pada tahun ini, pihaknya mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan stakeholder untuk melakukan kerjasama dalam jasa permodalan untuk pengembangan UEP. “Perlu adanya kerjasama lintas sektoral untuk mendukung program tersebut,” kata Nurhana, Selasa (24/5/2022). Lebih lanjut, Nurhana mengungkapkan, kemiskinan di Banten masih menjadi permasalahan serius. Oleh karena itu, kerjasama yang dilakukan diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dalam mengakses permodalan. “Saya berharap ke depan KPM bisa lebih mudah lagi mengakses permodalan. Usaha ekonomi produktif juga bisa berkembang, kapasitas usahanya bisa berkembang dan keterampilan usahanya dan lainnya juga bisa berkembang,” ungkapnya. Sekretaris Dinsos Banten, Budi Dharma Sumapradja mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan sejumlah stakeholder yang ada di Pemprov Banten termasuk lembaga keuangan sudah sepakat akan berupaya melakukan penanggulangan kemiskinan di wilayah Banten. Segara teknis yakni dengan berbagai program yang akan diberikan kepada masyarakat. Ia mengaku, baru ngajak kepada sejumlah instansi yang ada dan belum ada program yang sinergis dengan instansinya dalam pembangunan kemiskinan tersebut. Dirinya juga mencontohkan, dari program UEP ini dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Koprasi dengan cara melakukan pembentukan koperasi. “Belum ada, belum ada program yang sinergis. Makanya perlu ditindaklanjuti. Contohnya dairi program UEP ini dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Koprasi. Dengan pembentukan koperasinya,” katanya.(ADV)
Uncategorized
DPK Provinsi Banten Apresiasi Penulis Lokal
SERANG,- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar kegiatan bedah buku pada peringatan Hari Buku Nasional. Itu sebagai bentuk apresiasi kepada para penulis lokal. Kepala DPK Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara mengatakan, kegiatan bedah buku merupakan bentuk apresiasi pihaknya atas karya-karya para penulis yang ada di Banten. “Intinya bedah buku bagian DPK untuk memberikan penghargaan bagi penulis,” katanya, Kamsi (19/5/2022). Ia mengatakan, kegiatan bedah buku merupakan kegiatan rutin yang sering diselenggarakan meskipun bukan pada momentum hari buku nasional. “Biasanya sebelum pandemi acaranya kami laksanakan besar-besaran dan dilaksanakan diluar. Namun, karena pandemi pelaksanaannya terbatas dan daring,” jelasnya. Usman mengungkapkan, apresiasi diberikan, karena menulis buku tak mudah, membutuhkan kemampuan membaca yang matang. “Harus memiliki pengetahuan yang luas dan mampu merumuskan dalam kata-kata,” terangnya. Menurutnya, buku merupakan aspek penting bagi kemajuan, kemandirian, pribadi daerah bangsa dan negara. “Dengan buku kita berdaya, dengan buku kita mendapatkan informasi, kita mendapat ilmu, kita mendapatkan semangat, karena bisa jadi kita mendapatkan motivasi,” katanya. Penulis Buku Keanekaragaman Tumbuhan di Taman Kota Cilegon penulis Dr. Muhlisin mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh DPK Provinsi Banten. “Ini penting untuk membuka ruang bagi para penulis membedah karyanya,” terangnya. Muhlisin menjelaskan, bukunya disususn atas dasar kegelisahan karena di Cilegon banyak industri, sehingga secara lingkungan perlu diperhatikan. “Sehingga RTH (ruang terbuka hijau) menjadi salah atau solusi untuk mengatasi polusi yang ditimbulkan oleh industri,” katanya. “RTH yang salah satunya taman kota berisi tumbuh-tumbuhan yang berperan penting dalam menyaring udara,” bebernya. Menurutnya, perlu mengenal tumbuh-tumbuhan agar semua pihak menyayangi dN memelihara tumbuh-tumbuhan. “Kita juga menyayangi taman kota dan bisa peduli dengan taman kota. Sehingga bisa dibangun taman-taman kota dan membuat kota nyaman,” katanya. (adv)
Gema Sholawat Warnai Peresmian BIS
Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Banten ikut memeriahkan peresmian Banten International Stadium (BIS). Sholawat dan doa dipimpim oleh ulama kharismatik KH Abuya Muhtadi dari Cidahu, Kabupaten Pandeglang. Rombongan santri itu tiba di Banten International Stadium Jl Raya Pandeglang KM 6 Curug, Kota Serang sekitar pukul 13.30 WIB dengan menggunakan bus yang sudah disediakan oleh panitia. Ribuan santri itu langsung berjalan menuju tribun penonton. Dipandu oleh ustadz-nya masing-masing, ribuan santri itu sepanjang jalan menuju tribun tak henti-hentinya mengumandangkan sholawat secara bersama-sama. Setibanya di tribun penonton, mereka langsung duduk rapih tepat di samping tribun VVIP yang diarahkan oleh pihak panitia. Edi Sahal, salah satu pengurus Ponpes Al Ulya Al Mubarok Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang yang ikut dalam rombongan mengatakan, dirinya beserta ribuan santri dari berbagai Ponpes lainnya datang ke acara peresmian BIS ini untuk memenuhi undangan dari Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). “Para santri dan Kyai yang hadir di sini akan menggemakan sholawat Nabi SAW, untuk meminta keberkahan atas pembangunan stadion yang bertaraf internasional ini,” katanya, Senin (9/5/2022). Edi melanjutkan, jumlah santri yang datang ke BIS ini hanya sebagian kecil dari jumlah Ponpes yang ada di Banten. Sebab jika dikumpulkan semuanya, bisa dipastikan seluruh kursi di tribun penonton di BIS ini akan dipenuhi oleh santri dan Kyai. “Makanya ini hanya santri dari Ponpes yang berada di sekitar BIS saja, dari Kota Serang dan Kabupaten Serang,” ucapnya. Kumandang sholawat dari ribuan santri itu kemudian terhenti ketika lantunan doa yang dipimpin oleh ulama kharismatik asal Cidahu, Kabupaten Pandeglang, KH Abuya Muhtadi dimulai. Ulama yang sangat disegani itu bersama ribuan santri kemudian memanjatkan doa dan tasbih supaya keberadaan BIS ini mendapat keberkahan bagi masyarakat Banten secara menyeluruh. Untuk diketahui, seremonial peresmian BIS akan dimulai pada Senin (9/5/2022) malam. Peresmian akan dilakukan langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Selain gema sholawat dan panjatan doa, banyak rangkaian kegiatan pada peresmian BIS ini, seperti rampak bedug, gowes, gebyar bazar UMKM binaan Pemprov Banten dan diakhiri dengan pertandingan persahabatan antara klub Banten All Stars dengan Selebriti FC. Acara peresmian ini juga dibuka untuk umum, sehingga masyarakat Banten bisa ikut hadir masuk ke dalam tribun penonton untuk menyaksikan peresmian stadion yang bertaraf internasional ini.
Soal Banjir Kota Serang, Wagub Andika Minta Fokus Pada Penyempitan Sungai
SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta persoalan penyempitan badan sungai menjadi concern atau perhatian semua pihak tanpa kecuali, baik pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, penyempitan badan sungai di Cibanten diyakini menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Kota Serang Selasa (1/3) lalu. “Lihat itu, masa sampai ada bangunan yang menjorok, nyaris berada di badan sungai,” kata Andika kepada pers saat meninjau langsung kondisi aliran sungai Cibanten di kawasan Sempu, Kota Serang, Rabu (2/3). Andika yang didampingi Walikota Serang Syafrudin diajak melihat langsung penyempitan badan sungai di lokasi tersebut oleh Kepala BBWSC 3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian) I Ketut Jayada, setelah sebelumnya mereka juga meninjau Bendungan Sindangheula. Menurut Andika, dalam waktu dekat ini perlu dilakukan upaya penertiban bangunan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Andika meminta Pemkot Serang sebagai Pemda yang berwenang terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Kota Serang yang dilintasi Sungai Cibanten melakukan langkah-langkah penertiban. Saat ini, kata Andika, Pemprov Banten sendiri tengah menunggu Detail Enginering Design (DED) kegiatan penataan badan sungai dan DAS Cibanten yang tengah dikerjakan BBWSC3. “Memang kan sudah masuk dalam perencanaan dan penganggaran pihak BBWSC3 soal penataan Cibanten ini. Nanti tiba waktu pelaksanaan pengerjaannya kami dan Pemkot Serang yang akan mengawal terkait penertiban lahannya,” papar Andika. Terkait penyempitan badan sungai sendiri, Andika mengakui hal itu bukan hanya disebabkan oleh berdirinya bangunan-bangunan di DAS. Lebih dari itu perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah ke sungai juga menjadi penyebab terjadinya penyempitan badan sungai. “Jadi minta tolong kepada teman-teman pers juga untuk bisa ikut membantu mengedukasi masyarakat terkait dengan peduli lingkungan ini,” kata Andika. Sebelumnya saat meninjau Bendungan Sindangheula, Kepala BBWSC 3 I Ketut Jayada menerangkan kepada Andika dan Syafrudin, bahwa pada malam hari sebelum terjadinya banjir di Kota Serang tersebut, wilayah Kota Serang dan wilayah hulu aliran Sungai Cibanten di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi dan di luar kebiasaan. “Curah hujannya mencapai 243 mm dengan durasi yang sangat lama, dan (hujan) ini yang disebut dengan hujan kala ulang yang siklusnya 200 tahunan. Ini luar biasa sekali,” kata Ketut. Akibat curah hujan yang luar biasa tinggi tersebut, Bendungan Sindangheula mengalami kelebihan volume air sebanyak 2 juta kubik dari kapasitas maksimumnya yang sebesar 9 juta kubik. Kelebihan volume air sebesar 2 juta kubik itu lah, kata Ketut, yang kemudian secara alami mengalir ke sungai Cibanten. “Masalahnya Sungai Cibanten kondisinya mengalami penyempitan dan sedimentasi sehingga tidak mampu secara aman mengalirkan kelebihan daya tampung Bendungan Sindangheula yang sebesar 2 juta kubik tersebut ke wilayah hilir Sungai Cibanten di perairan laut di Kota Serang dan Kabupaten Serang,” paparnya. Senada dengan Andika, Ketut meminta masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk dapat memperlakukan sungai bukan sebagai halaman belakang sehingga kemudian tidak mempedulikan kondisi sungai. “Nanti kalau sudah kita tata, mari kita jaga sungai bersama-sama. Jadikan sungai itu sebagai beranda, sebagai teras depan rumah sehingga kita ingin mempercantik dan menjaganya terlihat baik,” kata Ketut. Untuk diketahui, sebelum kunjungan ke Bendungan Sindangheula dan titik penyempitan badan Sungai Cibanten di kawasan Sempu tadi, Andika memimpin Rapat Koordinasi terkait penanganan banjir Kota Serang tersebut di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang. Selain diikuti oleh Syafrudin dan Ketut, rapat juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar, dan Asisten Daerah I Pemprov Banten Septo Kalnadi. Sejumlah Kepala OPD Pemprov Banten tampak hadir di antaranya Kepala BPBD Nana Suryana, Kepala Dinas PUPR Arlan Marzan, Kepala Dinas Sosial Nurhana dan Kepala Satpol PP Agus Supriyadi. Sementara Syafrudin sendiri tampak didampingi Sekretaris Daerah Pemkot Serang Nanang Saefudin. Juga tampak hadir mewakili Pemkab Serang, Kepala BPBD, Nana Sukmana Kusuma. (red)
Gabung Demokrat Banten, Ini Penjelasan Ferry Renaldy
SERANG,- Beberapa mantan kader potensial Partai Golongan Karya (Golkar) pindah ke Partai Demokrat jelang Pelantikan Partai Demokrat Banten. diantaranya Nasrul Ulum, Abdul Syukur dan Ferry Renaldy. Ferry memberikan alasan, kepindahannya ke Demokrat lantaran dirinya merasa mendapatkan ruang yang leluasa, yang tidak didapatkan di partai sebelumnya. “Di Demokrat lebih enjoy, para senior di DPD bahkan ketua DPD Ibu Iti Octavia Jayabaya enjoy enak diajak ngobrolnya,” ungkapnya, Kamis (24/2/2022). Selain itu, ia juga mengaku melihat sosok Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang usianya muda namun mempunyai kualitas dan kapasitas yang luar biasa serta menjadi harapan berbagai kalangan untuk menjadi pemimpin bangsa. “Dari situ saja kita tau kalau di Demokrat lebih santai, ketumnya masih muda, jadi lebih egaliter,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa kedepannya dia ingin maju mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2024 mendatang. “Niatan kedepan pasti ada, saya pribadi pinginnya di Kota Serang, cuma kita akan lihat nanti kebutuhan partai bagaimana,” pungkasnya. Diketahui sebelumnya, Ferry sebelumnya menjadi pengurus Golkar Tangsel dari 2017 sampai 2019.
Lagi, Gempa Bumi 5.5 M Guncang Banten Selatan
Gempa bumi kembali guncang Banten Selatan, kali ini kekuatan gempa sampai 5,5 magnitudo. Efek getaran dari gempa dirasakan di wilayah Lebak sampai Pandeglang, Banten. Menurut data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) gempa berkekuatan 5,5 magnitudo itu berada di 77 kilometer lepas pantau Bayah, Kabupaten Lebak. Dengan kedalaman 10 kilometer Gempa tersebut terjadi pada pukul 17.10 WIB dan tidak berpotensi tsunami. Sampai saat ini belum ada laporan terrusakan akibat gempa yang terjadi.
BIN Datangi Sekolah di Kecamatan Pamarayan Untuk Lakukan Vaksinasi
SERANG – Badan Intelijen Negara (BIN) mendatangi sekolah-sekolah untuk lakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Jumat (28/1/2022). BIN Banten bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Kecamatan Pamarayan dengan sasaran 1.000 dosis anak yang tervaksin. Program vaksinasi Covid-19 ini merupakan akselerasi capaian program vaksinasi pemerintah. BIN berkomitmen mendukung capaian vaksinasi sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo. Bagja Saputra Selaku Camat Pamarayan mengatakan, pihaknya atas nama masyarakat pamarayan mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat dan daerah. “Dan juga BIN yang telah membantu kami dalam pelaksanaan vaksinasi, harapan saya semua masyarakat dapat memahami akan pentingnya vaksinasi ini, jangan hawatir vaksin aman dana halal,” katanya. Arbaiah Selaku Kepala SDN Babakan Mesjid mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat Presiden Jokowi dan Kepala BIN yang telah menyelenggarakan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di sekolahnya. “Harapan saya agar orang tua murid dapat memahami bahwa penting sekali vaksinasi untuk melindungi anak kita dari covid-19 dan kita bisa melaksanakan kegiatan belajar tatap muka 100 persen,” katanya. dr Dadang Selaku Kepala Puskesmas Pamarayan mengatakan, pihaknya merasa terbantu atas vaksinasi dari BIN itu. “Harapan saya setelah dilakukan vaksinasi anak-anak bisa lebih kuat dan sehat semua,” katanya. Dea anggraeni salah seorang siswa SDN Babakan Mesjid menyampaikan rasa terimakasihnya. “Terimakasih bapak Presiden Jokowi saya sudah divaksin, rasanya gak sakit cuma sebentar aja, saya gak takut,” katanya. (red)
BIN Banten Go to School, Vaksin Pelajar SD di Carenang
SERANG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten menggelar vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Serang. Vaksinasi dilakukan di SD Negeri Mandaya 1,2 dan 3 Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Sabtu (22/1/2022). Dalam pelaksanaanya Badan Intelijen Negara Daerah Banten menargetkan sejumlah anak yang tervaksin sebanyak 1.000 dosis di tiga sekolah Kecamatan Carenang tersebut. Vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo demi menekan angka penyebaran Covid-19. Vaksinasi untuk anak sangat penting karena mereka generasi penerus bangsa dan menjadi syarat untuk dilakukanya pembelajaran tatap muka atau (PTM). Samsuri selaku camat Carenang mengatakan, Vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun ini sangat penting agar imun anak kita kuat dan bisa melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Mustofa selaku kelapa sekolah SD Negeri Mandaya 1 menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat dan BIN yang telah menyelenggarakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan lancar dan anak-anak semua antusias melakukan vaksinasi. “Harapan saya dengan diadakanya vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun ini di SDN Mandaya 1 dan juga sekolah di seluruh Indonesia dapat menjalankan pembelajaran tatap muka,” kata Mustofa. Sementara itu, Amanda anak usia 9 tahun menyampaikan rasa terimakasihnya setelah divaksin. “Terimakasih Presiden Joko Widodo saya sudah divaksin, rasanya cuma kaya di cubit sedikit, saya mau sekolah di sekolah bertemu dengan teman-teman saya,” kata Amanda. (red)
Salah Satu Pejabat Dindikbud Banten diduga Salah Gunakan Wewenang, Pihak CV Ali Cahaya Pratama Akan Tempuh Kejalur Hukum
SERANG – Tidak di bayarkan oleh Dindikbud Provinsi Banten, CV. Cahaya Ali Pratama, Kontraktor Paket Pekerjaan Pembangunan Sarana dan Prasarana SMK, di SMKN 1 Wanasalam dan SMKN 1 Cipanas, Daerah Kabupaten Lebak akan tempuh kejalan hukum, hal itu disampaikan kuasa hukum CV Ali Cahaya Pratama, Dedi Eka Putra, saat konfresi pers, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (20/1/2022). Dedi Eka Putra menjelaskan, bahwa CV Ali Cahaya Pratama tidak menerima pembayaran sisa Nilai Kontrak yang menjadi haknya oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, senilai kerugian Rp. 1.402.416.800. Menurut informasi dari kuasa hukum CV Ali Cahaya Pratama, Dedi Eka Putra, bahwasanya tidak dibayarnya hak Kontraktor tersebut, dan di duga disebabkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang tiba-tiba menghadirkan dan menyetujui perhitungan sepihak oleh Konsultan individu dan bukan Konsultan Pengawas sesuai Kontrak. Sedangkan berbeda dengan hasil PPTK Dindik Banten, kata dia, dengan hasil hitungan volume pekerjaan 634 padahal menurut Konsultan Pengawas telah sesuai Kontrak. Bahkan, sambungnya, perhitungan volume pekerjaan Kontraktor adalah sebesar 91 persen. “Dalam hal ini Kontraktor juga ditekan dan dikondisikan untuk menandatangani pemutusan Kontrak dalam rapat yang diadakan di Hotel Ratu pada tanggal 29 Desember 2021 yang dihadiri oleh oknum Jaksa tersebut,” ujarnya. Lanjut kata Eka Putra, undangan PPTK pertama dari PPTK Dindikbud Banten rapat 29 Desember 2021 akan diselenggarakan di Aula Dindikbud Banten, tapi tiba-tiba diubah dan dipindahkan ke Hotel Ratu. “Kita menduga, berbagai macam serangkaian tindakan manipulatif dalam pembuatan dan penanda-tanganan surat Show Cause Meeting (SCM) 1, SCM 2 dan SCM 3 yang memuat penilaian secara sepihak atas volume Pekerjaan yang dikerjakan Kontraktor sebesar 634. Karenanya Kontrak Pekerjaan Paket Pembangunan Sarana dan Prasarana SMK Kabupaten Lebak dan kepada Kontraktor diputus secara sepihak, dengan membuat pemunduran tanggal (back dated) pada SCM tertanggal 18 November 2021, agar seolah-olah Kontraktor telah terlambat melakukan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak selama 150 Hari,” tuturnya. Kuasa Hukum dari CV Cahaya Ali Pratama, Dedi Eka Putra juga menjelaskan, telah berbagai upaya menempuh jalur musyawarah, untuk pemintaan pembayaran dengan cara bertemu langsung dengan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMK Dindik (selaku PPTK) pada tanggal 31 Desember 2021. “Tapi PPTK tidak juga membayar, bahkan kita sudah melayangkan surat peringatan (somasi) sebanyak 2 (dua) kali. Supaya PPTK melaksanakan kewajiban hukumnya membayar sisa ke rekening Kontraktor sesuai Kontrak. Tapi PPTK Dindik berkelit dengan menuduh Kontraktor menurunkan Bahan Spesifikasi Bangunan dan PPTK Dindik tidak juga berkeinginan untuk membayar,” jelasnya. Direktur Perusahaan CV Cahaya Ali Pratama, Ismail Saban menambahkan, padahal seusai pekerjaan telah dibuktikan dengan kuitansi dan spesifikasi barang inden. “Masih saja mereka beralasan dengan kapasitas berlangsung. Memberikan waktu, dan perjalanan Down Speak dianggap tak di hitung. Padahal kita memakai Granit, dan sudah sesuai hitung di lapangan,” tutupnya dengan singkat. Diketahui, menurut informasi dari Kuasa Hukum CV Cahaya Ali Pratama, perbuatan perjanjian dengan PPK dan Dindik di dalam rapat 29 Desember 2021 dihadiri pula seseorang yang di duga oknum Jaksa Tinggi, yang menekan Kontraktor untuk menandatangani SCM 1 dan SCM 2 dan SCM 3. Bahkan dengan tanggal mundur dan pemutusan kontrak yang dibuat di bawah tekanan dan ancaman, itu dapat disebut sebagai tindakan sewenang-wenang, menyalahgunakan wewenang. dan jabatan, melanggar hukum dan hak Kontraktor yang menimbulkan kerugian di Kontraktor, yang secara faktual telah menyelesaikan Pekerjaan di 2 (dua) lokasi SMKN Kabupaten Lebak dengan volume setara 91”6 dan menurut Konsultan Pengawas layak untuk. Sehingga terhadap kewajiban pembayaran oleh Dindik patut untuk dilaksanakan. (Red)
Ribuan RTLH Diperbaiki, Bupati Serang Resmikan Kampung Baznas
SERANG,- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meresmikan Kampung Baznas di Desa Nagara, Kecamatan Kibin. Sementara itu, di Kabupaten Serang selama kurun 2017 hingga 2021, telah diperbaiki 7.614 rumah tidak layak huni (RTLH). “Kampung Baznas ini dilaksanakan setiap tahun, tahun ini dilaksanakan di Kecamatan Kibin dan Gunungsari masing-masing, alokasi 15 perbaikan rumah tidak layak huni, dan bantuan sosial lainnya,” kata Tatu kepada wartawan, Selasa (4/1/2022). Selain di dua kecamatan tersebut, Baznas juga melakukan perbaikan RTLH masing-masing 1 unit di setiap kecamatan. “Jadi ada 30 RTLH di Kampung Baznas dan 27 RTLH di 29 kecamatan yang diperbaiki. Total ada 57 rumah yang diperbaiki tahun ini oleh Baznas Kabupaten Serang,” ungkap Tatu. Tidak hanya itu, lanjut Tatu, Baznas juga menghimpun infaq aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Serang yang diperuntukan perbaikan RTLH sebanyak 39 unit. Jumlah anggaran yang dihimpun dan dimanfaatkan sebesar Rp975 juta. Pada kesempatan tersebut, juga disalurkan bantuan pembangunan masjid dan madrasah, pembagian sembako, bantuan beasiswa, dan bantuan modal usaha. “Kami apresiasi program Baznas Kabupaten Serang, dan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Saya mengajak kepada kita semua untuk menyalurkan infaq, sedekah, dan zakatnya melalui Baznas Kabuaten Serang, karena peruntukkanya sangat bermanfaat,” ujar Tatu. Menurut Tatu, perbaikan RTLH merupakan program prioritas Pemkab Serang. Berasal dari program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemkab Serang, CSR perusahaan, program Baznas, dan pihak lainnya. Pada tahun 2017 terdapat 10.723 RTLH, dan sudah diperbaiki sampai tahun 2021 sebanyak 7.614 RTLH. “Saat ini, kami masih konsisten untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Dan saya minta seluruh kepala desa dan camat menginventarisasi kembali RTLH di wilayahnya jangan sampai ada yang terlewatkan. Tugas kita masih banyak, dan ini butuh sinergi dan kerja sama,” ujarnya. Ketua Baznas Kabupaten Serang, Badrudin menambahkan, Bupati Serang punya perhatian khusus terhadap Baznas Kabupaten Serang, juga pemanfatan dana yang dihimpun. “Alhamdulillah semua program kami terealisasi, salah satunya Kampung Baznas ini. Tentu ini bagian sinergi Baznas dengan Pemkab Serang, dan masyarakat,” ujarnya. (*)










