Pemerintah Kabupaten Serang menggencarkan imunisasi untuk anak. Hal itu karena penularan penyakit berpotensi tinggi dengan letak geografis Kabupaten Serang berada pada lintasan penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Hal itu dikatakan Bupati Serang pada sosialisasi dan koordinasi bulan imunisasi anak nasional di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Kamis (30/06/2022). Kata Tatu, melalui imunisasi, dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit kepada anak. “Potensi penyakit yang bisa terjadi pada anak yakni campak, polio, rubela, difteri, hepatitis B, makanya imunisasi ini sangat penting,” ujarnya. Turut hadir, Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi, para camat, kepala puskesmas dan stakeholder kesehatan. Sekadar diketahui, berdasarkan analisis risiko campak rubella dengan menggunakan data tiga tahun terakhir, Kabupaten Serang bersama dengan Kota Tangerang Selatan termasuk dalam wilayah dengan risiko sedang di Provinsi Banten. “Sedangkan enam kabupaten kota lainnya termasuk dalam wilayah dengan risiko tinggi,” katanya. Tatu menjelaskan, selama pandemi Covid-19, imunisasi di Kabupaten Serang terhambat dan berdampak pada capaiannya yang menurun. “Bulan imunisasi akan dilakukan pada Agustus serentak secara nasional dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menyukseskannya, yang melibatkan lintas sektor,” ucapnya. Pihaknya juga meminta agar masyarakat mau mengimunisasi anaknya. “Karena masih ada orangtua yang menganggap imunisasi itu tidak penting,” tuturnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, program ini, ada dua kegiatan yang akan dilakukan. Yakni, kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak rubela secara massal, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Kemudian pihaknya juga akan berbagi tugas dengan instansi lainnya melalui Satgas yang sudah dibentuk. “Tugas Satgas ini merencanakan kegiatan, menentukan sasaran, hingga menggerakkan sasaran ke tempat imunisasi,” katanya. Saat ini, kata Isti, akan menyiapkan tempat imunisasi di berbagai fasilitas. Mulai dari Posyandu, fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga fasilitas lainnya seperti PAUD dan sekolah.
Author: admin
Dinsos Banten Berikan Pelatihan untuk Disabilitas dan Gepeng
LEBAK– Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten memberikan pembinaan dan prlatihan kepada puluhan penyandang disabilitas serta gelandangan dan pengemis (Gepeng), di Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial (PSRTS) Dinsos Lebak di Jalan Siliwangi Pasir Ona, Rangkasbitung. Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma mengatakan, keahlian yang diberikan kepada penyandang disabilitas dan gepeng tersebut bertujuan agar mereka bisa mempunyai keahlian. “Untuk disabilitas diberikan pelatihan menjahit, sedangkan untuk gepeng diberikan pelatihan berupa service handphone dan perbengkelan,” kata Budi saat ditemui awak media saat meninjau pelatihan, Selasa (28/6/2022). Ia menjelaskan, untuk disabilitas yang mengikuti pelatihan menjahit ada sekitar 20 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota di Banten. Sedangkan untuk gepeng ada sebanyak 30 orang yang mengikuti pelatihan. “Para peserta pelatihan akan diberikan pelatihan selama 23 hari oleh para instruktur yang berpengalaman, dan nantinya bila peserta pelatihan selesai menjalani pelatihan akan diberikan piagam dan peralatan untuk bisa dipergunakan,” ujarnya. Budi berharap, pada masa mendatang alokasi anggaran untuk pelatihan kaum disabilitas dan gepeng ini makin bertambah, agar nantinya banyak disabilitas dan gepeng yang mau mengikuti pelatihan. “Setelah para peserta pelatihan selesai mengikuti pelatihan, agar bisa memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk menambah penghasilan, dan tentunya bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat,” ucapnya. Sementara itu, Ahda, salah seorang gepeng asal Kabupaten Pandeglang yang mengikuti pelatihan mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan yang dilaksakan oleh Dinsos Banten. “Senang banget, dan untuk kedepannya saya akan memanfaatkan keahlian yang saya dapatkan di pelatihan ini untuk membuka bengkel,” katanya. (ADV)
Datangi Nikomas, Komisi V DPRD Banten Sepakati Hal Ini
SERANG,- Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinai Banten mendatangi PT. Nikomas Gemilang guna melakukan audiensi dengan pihak perusahaan beserta dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Farkopimka) Kibin, Kepala Desa Tambak dan Cijeruk. Audiensi ini dilakukan menyusul adanya laporan mengenai isu calo tenaga kerja yang melibatkan oknum dari pihak kecamatan dan desa di wilayah Kecamatan Kibin. Anggota DPRD Banten Fraksi PDIP Yeremia Mendrofa mengungkapkan, audiensi ini dilakukan menyusul adanya isu jual beli kesempatan kerja yang dilakukan oknum dari pihak desa dan HRD PT. Nikomas Gemilang. “Kita saat ini sedang dalam kondisi ironis, Banten menyumbang pengangguran terbanyak di Indonesia, tapi selain itu juga ada isu jual beli posisi pekerjaan di pabrik-pabrik,” katanya, Selasa (28/6/2022). Ia menyebutkan upaya ini dilakukan untuk mencegah sekaligus menangani persoalan calo ketenagakerjaan di Banten. “Kami ajak pihak perusahaan, pihak desa, kecamatan, serta dinas untuk berunding dan melakukan kesepakatan bersama menindaklanjuti persoalan calo tenaga kerja ini,” ungkapnya. Sementara itu, Anggota DPRD Banten Fraksi Demokrat Heri Handoko menyampaikan, pihaknya mendorong industri dan pemerintah serta aparat penegak hukum untuk melakukan kesepakatan pencegahan dan pemberantasan calo tenaga kerja. “Kami mendorong semua pihak untuk membuat kesepakatan bersama melakukan pencegahan dan pemberantasan calo ketenagakerjaan,” katanya. Heri juga menegaskan, pihaknya bahkan mendorong untuk membuat satuan tugas (Satgas) mafia ketenagakerjaan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. “Pada masa Gubernur Wahidin Halim saya bahkan mendorong untuk membentuk satgas mafia ketenaga kerjaan yang terdiri dari unsur Dinas serta TNI Polri,” ungkapnya. Perlu diketahui, dalam kesempatan tersebut perwakilan PT. Nikomas Gemilang, Kecamatan Kibin, Kepala Desa Tambak dan Cijeruk, serta unsur TNI dan Polri melakukan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai upaya pemcegahan dan pemberantasan calo ketenagakerjaan dengan rincian sebagai berikut: Bersama-sama berperan aktif mencegah dan memberantas praktik pencaloan dan penipuan rekrutmen tenagakerja baik melalui sosialisasi, membuka posko pengaduan maupun pengawasan. Masyarakat dihimbau tidak serta merta percaya terhadap praktik pencaloan dan penipuan rekrutmen tenaga kerja. Masyarakat yang mendengar, mengetahui, mengalami hal tersebut diharapkan segera melaporkan kepada aparat yang berwewenang dengan dukungan bukti tertulis, rekaman ataupun bukti pendukung lainnya Aparat menindaklanjuti semua laporan ataupun aduan masyarakat dengan menjaga kerahasiaan pelapor dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan membenahi sistem rekrutmen tenaga kerja yang memperkecil potensi pencaloan dan penipuan rekrutmen tenaga kerja. Juga aktif mengupdate informasi kebutuhan tenaga kerja / lowongan kerja kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serang. Pengisian lowongan kerja bisa dilakukan bersama-sama melalui Job Fair di Kabupaten Serang. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten, Muspika, Pemerintahan Desa serta Perusahaan terus aktif berkoordinasi dalam menangani masalah ketenagakerjaan di wilayah.
Pemprov Banten Buka Keran Investasi Besar-Besaran
SERANG,- Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan, dua kebijakan utamanya terkait investasi di Provinsi Banten adalah mempertahankan yang sudah ada dan mengundang investasi sebesar-besarnya. Investasi yang masuk menjadi salah satu modal untuk mensejahterakan masyarakat Banten. Hal itu diungkap Al Muktabar saat menjadi Pembicara Utama (keynote speaker) dalam Seminar On Sustainable Economy: Accelerating Investment On Green Industry And Implementation Of Local Currency Settlement (LCS) For Sustainable Economic Growth di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus Sindangsari Jl. Raya Palka Km 3, Kabupaten Serang, Senin (27/6/2022). “Banyak yang dicapai Provinsi Banten, paling tidak sejajar dengan yang lain. Kita termasuk daerah tujuan investasi yang cukup baik atau menjanjikan,” ungkapnya. “Dua strategi kebijakan investasi Pemprov Banten, pertama memelihara industri yang ada di Provinsi Banten agar tidak meninggalkan Provinsi Banten. Kedua, kita mengundang investasi yang sebesar besarnya,” jelas Al Muktabar. Dikatakan, banyak realisasi investasi di Provinsi Banten yang menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten. Diungkapkan Al Muktabar, investasi adalah soal keyakinan, yakin mendapat keuntungan. Pihaknya berusaha merawat investasi yang sudah ada untuk mendapatkan nilai ekonomi tinggi dengan memberikan pelayanan yang terus diperbaiki. Sehingga, pengusaha merasa nyaman melakukan aktivitas perekonomian di Provinsi Banten. “Kewajiban bersama kita meneguhkan kontrol publik terhadap birokrasi dan agenda ekonomi. Bila tidak mendapatkan kontrol yang baik bisa menghasilkan kurang berkeadilan bahkan tidak berkeadilan. Dengan saling mengontrol kita on the track pada tujuan bersama,” ungkapnya. Masih menurut Al Muktabar, di Provinsi Banten saat ini ada 14 kawasan industri yang diisi oleh 4000 lebih industri besar dan menengah. Bila ditambah dengan UMKM bisa mencapai puluhan ribu pelaku usaha. Menjadi modal untuk pemulihan ekonomi Provinsi Banten dan Indonesia pada umumnya. Dikatakan, ekonomi berkelanjutan (green economy) membutuhkan kearifan kita untuk bersahabat dengan alam. Dalam rangka menyongsong ekonomi hijau, pemanfaatan digitalisasi cukup baik. Terjadi efisiensi yang cukup baik. Bisa dikembangkan menjadi mudah, murah, dan cepat. Dengan melandainya pandemi Covid-19, meski belum bebas agenda pemulihan ekonomi terus dipacu. “Kita harus sekuat-kuatnya memanfaatkan potensi kita. Saat ini kondisinya terus membaik. Ekonomi digital di Tangerang cukup baik,” ungkap Al Muktabar. Dalam kesempatan itu, Al Muktabar juga mengungkap peluang terhadap amanat pembelanjaan APBD sebesar 40 persen untuk produk dalam negeri khususnya produk lokal. Hal itu telah ditindaklanjuti dengan membuat katalog lokal dan mengembangkan toko daring (marketplace) yang saat ini sudah menampung 200 ribu pelaku UMKM. Al Muktabar juga berharap bahwa seminar yang digelar dapat menjadi masukan bagi dirinya dan Pemprov Banten untuk melangkah ke depan. “Saya berharap dari seminar ini ada hal-hal yang realistik dan faktual untuk kita laksanakan. Rumuskan betul secara realistik dan kurangi teoritik,” pesannya. “Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjadi lebih baik di masa depan,” tambah Al Muktabar. Dalam kesempatan itu, Ketua Program Studi Akuntansi FEB Untirta Ahmadi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi hendaknya mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Menurutnya, hampir 90% industri di Indonesia masih tergantung impor bahan baku dan tersandera mata uang asing untuk pembayarannya. “Untuk mendukung keberlangsungan dan mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu khususnya dolar digunakan LCS (Local Currency Settlement) untuk memelihara hubungan dan keberlangsungan hubungan dagang,” ungkap Ahmadi. Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat menyinggung perkembangan ekonomi global akibat perkembangan geopolitik. Saat ini beberapa negara membatasi pasokan barang sehingga memicu inflasi. Diungkapkan, perekonomian Provinsi Banten pada Triwulan I Tahun 2022 tumbuh sebesar 4,9 persen. Realisasi investasi asing (PMA) berada di peringkat 6 Nasional dengan nilai sekitar $712 USD. Sedangkan realisasi investasi dalam negeri (PMDN) berada di peringkat 7 Nasional dengan nilai sekitar Rp 6 triliun. “Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) peringkat 2 setelah DKI Jakarta. Penjualan online UMKM tertinggi di Indonesia,” ungkap Imaduddin Sahabat. “Provinsi Banten berpotensi menjadi basis green economy Indonesia,” pungkasnya.
Vaksinasi PMK Dimulai, Pemkab Pandeglang Siapkan 100 Dosis Vaksin
Pandeglang – Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyiapkan sekitar 100 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk hewan ternak. Proses vaksinasi PMK untuk hewan ternak di Kabupaten Pandeglang dimulai hari Senin (27/6/2022) serentak di seluruh Pandeglang. Bupati Pandeglang Irna Narulita saat pencanangan vaksinasi PMK di Desa Langeunsari Kecamatan Saketi mengatakan Pemkab Pandeglang selalu siaga terhadap penanganan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku pada hewan dengan melakukan vaksinasi PMK, “katanya. Menurut Irna, memang di Pandeglang ada sekitar 28 hewan ternak yakni kerbau yang terjangkit penyakit PMK, akan tetapi setelah ditangani dengan intensif alhamdulilah delapan hewan ternak dinyatakan telah sembuh dan 20 hewan ternak lainya sedang dalam tahap isoman, “ucapnya. Ia berharap setelah dilakukan vaksinasi PMK, hewan ternak di Kabupaten Pandeglang kembali sehat, para pembeli kembali bergeliat sehingga para peternak bisa kembali mendulang rezekinya, hal ini berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, “terangnya Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Wahyu Widayanti mengatakan untuk pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kabupaten Pandeglang mendapat alokasi vaksinasi darurat pertama sebanyak 100 dosis, “kata Wahyu. Ia menambahkan untuk pelaksanaan vaksinasi PMK kami memilih Kecamatan Saketi dan Cisata, karena dua lokasi ini termasuk lumbung ternak kerbau, “tambahnya. “Dua lokasi pelaksanaan vaksinasi ini berbatasan dengan daerah yang tertular penyakit PMK, sehingga upaya pencegahan dan penyelamatan hewan ternak di dua wilayah ini menjadi prioritas, “ungkapnya.
Di Rapat Apkasi, P3K Guru Jadi Fokus Bupati Serang
SERANG,- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Jajaran Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) saat ini tengah memperjuangkan nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru. Selain P3K guru, akan dibahas juga dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB) terkait pemutusan tenaga honorer. “Untuk P3K dan honorer sedang ibu (menyebut dirinya) urus, tidak mungkin dibiarkan. Seluruh kepala daerah sedang mencari solusi dengan pemerintah pusat,” ujar Tatu melalui keterangan tertulisnya yang di siarkan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) pada Senin, 27 Juni 2022. Bahkan pada pekan lalu pun, Tatu bersama Jajaran Pengurus Apkasi sudah melakukan rapat bersama Kemenpan RB. “Hari ini (Jum’at, 24 Juni) kami APKASI dan APEKSI rapat bersama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB). Mencari solusi terbaik sesuai aturan, dan mengupayakan anggaran turun,” katanya. Tatu menyebutkan, untuk mengeluarkan SK (Surat Keputusan) calon P3K guru yang ada di Kabupaten Serang perlu di barengi dengan ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp100 miliar. “Perlu diketahui, dengan 1.682 calon P3K yang ada, hampir Rp100 miliar dana yang dibutuhkan di tengah APBD yang belum normal akibat Covid-19,” terangnya. Lebih lanjut Tatu menyebutkan, bahwa saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) pekan lalu masalah tersebut menjadi pembahasan utama. “Ini jadi pembahasan, jadi rekomendasi untuk bisa diselesaikan bersama pemerintah pusat. Memang sudah ada daerah yang merealisasikan SK PPPK ini, tapi mayoritas belum. Masalahnya, Dana Alokasi Umum (DAU) dari dana pusat APBN tidak turun untuk P3K guru,” jelasnya. Oleh karena itu, Tatu mengimbau kepada para calon P3K guru yang ada di Kabupaten Serang untuk bersabar dan berdo’a bersama-sama demi kelancaran yang saat ini tengah di perjuangkan di tingkat Pemerintah Pusat. “Ibu memahami suasana kebatinan teman-teman guru yang sudah menjalani seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ibu terus berjuang, sangat mengupayakan segera teratasi semua masalahnya. Sekali lagi ibu sangat memahami aspirasi teman-teman, dan Ibu terus berjuang.. Mohon doa,” ucap Tatu. Sebelumnya Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menandatangani dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 186 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) non guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Penandatangan dan penyerahan SK secara simbolis bertempat di Pendopo Bupati Serang pada Kamis, 22 Juni 2022. Ratu Tatu mengatakan, penyerahan sebanyak 186 SK CPNS dan P3K non guru hasil dari perekrutan atau tes pada Tahun 2021 lalu yang sudah ter anggarkan pada APBD Tahun 2022. “Dari jumlah tersebut terbagi untuk CPNS sebanyak 162 orang dan P3K non guru 24 orang,” ujar Tatu usai pelantikan.
BIN Banten Vaksin Ribuan Warga Pabuaran
SERANG – Sekitar 1.500 warga di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang menjadi target Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten untuk melakukan vaksinasi. BIN Banten bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Pemerintah daerah terkait untuk menyelenggarakan Gebyar Vaksinasi Covid-19 yang berlokasi di Lapangan Kantor Kecamatan Pabuaran Jalan Raya Palka Km 9,1 Pasanggrahan Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (21/6/2022). Kepala BIN Daerah Banten Brigjen Hilman berharap pandemi semakin membaik dan segera beralih ke endemi. Pihaknya berkomitmen menuntaskan agenda nasional yaitu vaksinasi guna mengendalikan laju penyebaran Covid-19. “Lewat vaksin, kita bisa terus mengendalikan pandemi sehingga pada saatnya bisa berakhir atau setidaknya bertransisi menjadi endemi, Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi baik dosis satu hingga booster untuk mencapai herd immunity yaitu 208.265.720 orang. Sasaran vaksinasi itu terdiri atas tenaga kesehatan, manusia lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum termasuk remaja dan anak-anak. Target ini harus kita capai bersama-sama,” kata Kabinda. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi pada dosis primer, dia menegaskan akan terus mengebut program percepatan vaksinasi booster di Banten. Untuk menarik peserta vaksinasi BIN juga memberikan bantuan beras gratis kepada warga yang sudah divaksin sehingga warga mendapatkan dua manfaat yaitu vaksinasi dan beras gratis. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, drg Agus Sukmayadi mengapresiasi langkah BIN dalam program vaksinasi. Sebab, jajarannya merasa terbantu dalam mensukseskan capaian target vaksinasi di provinsi Banten. Camat Pabuaran Idham Danal mengatakan, pihaknya bersyukur mendapat bantuan dari BIN untuk memfasilitasi kegiatan vaksinasi. “Terimakasih juga kepada bapak Presiden Jokowi yang telah memberikan vaksinasi gratis untuk masyarakat agar masyarakat sehat dan terhindar dari virus covid-19,” katanya. Kepala Puskesmas Pabuaran drg Wilsa menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi dan BIN telah membantu dalam kegiatan vaksinasi. “Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan vaksinasi ini kami berharap semua warga dapat tervaksin warga juga bisa lebih sehat dan pandemi ini akan menjadi endemi,” katanya. Sementara itu salah satu warga Saepudin mengatakan, sebagai bentuk ikhtiar melindungi diri dari Covid-19, vaksinasi ini sangat penting. “Banyak orang yang tidak mau divaksin itu karena takut disuntik dan denger berita hoax padahal kita dari masih kecil udah di vaksin,” kata Saepudin. (red)
Pemkab Tangerang 14 Kali Raih WTP, Dewan Beri Apresiasi
TANGERANG,- Anggota DPRD Kabupaten Tangerang mengapresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten tangerang karena meraih predikat Eajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 14 kali dari Badan Pemeriksaan Keuangan perwakilan Provinsi Banten. “Mempertahankan WTP ke 14 bukan hal mudah, maka dari itu prestasi yang diraih tersebut patut disyukuri,” kata Ketua DPRD Kabupaten Tangerang. Diketahui, laporan keuangan Pemkab Tangerang tahun 2021 yang telah diaudit oleh BPK meliputi/ Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL),Laporan Operasional (LO),Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) neraca, dan Laporan Arus Kas (LAK). “Terlebih dengan kriteria penilaian dan cakupan pemeriksaan yang dilakukan semakin luas, mendalam ditengah kondisi pandemi covid-19,” imbuhnya. Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan rasa syukur mampu mempertahankan predikat WTP 14 kali secara berturut. “ DPRD kabupaten tangerang dapat segera memberikan persetujuan terhadap rancangan peraturan daerah yang telah disampaikan. Sehingga dapat ditetapkan sebagai peraturan daerah dalam waktu dekat,” tuturnya.
DPRD Kabupaten Tangerang Tanggapi Laporan APBD 2021
TANGERANG,- Pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang tentang pandangan umum Fraksi atas Penjelasan Bupati terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2021 ditanggapi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang. Menurut ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholdi Ismail mengatakan, dalam pelaksanaan rapat paripurna tersebut, terdapat sejumlah point rapat menjadi pembahasan serius. “Mengenai status pandemi covid–19 di Kabupaten Tangerang yang berada pada level dua,” katanya, kamis (9/6/2022). Sementara itu, ketua Fraksi PPP Kabupaten Tangerang mengatakan, dalam pelaksanaan rapat paripurna tersebut, dibanjiri sejumlah interupsi dari berbagai Fraksi. “Pandangan umum fraksi tidak perlu dibacakan kembali karena merupakan suatu yang tertulis, dan hal tersebut dapat ditelaah dan ditindaklanjuti jawabannya oleh eksekutif,” katanya. Untuk itu, pihaknya ingin menyerahkan dokumen pandangan umum fraksi PPP langsung kepada ketua DPRD dan tidak dibacakan kembali. Wakil ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Astayudin mengatakan, banyaknya interupsi dikarenakan pelaksanaan rapat yang sedikit mengalami keterlambatan. Selain itu, banyaknya interupsi karena pada rapat tersebut merupakan pemberian pandangan umum dari seluruh Fraksi. “Terjadinya interupsi tersebut dapat dimaklumi karena rapat pada kamis 9 juni ini merupakan pandangan umum saja dan akan dilanjutkan pembahasannya pada pekan depan,” katanya. Ia mengatakan, terkait silpa di tahun 2021 dirinya akan menunggu sidang berikutnya dengan pembahasan dan selanjutnya menanyakan kepada SKPD terkait, tentang adanya silpa tersebut. Dilain pihak, Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan jika rapat paripurna tersebut merupakan agenda penjelasan Bupati terhadap APBD 2021. “Nantinya akan dilanjutkan kembali pada rapat berikutnya dalam agenda jawaban bupati terhadap apbd 2021,” pungkasnya.
Cegah Radikalisme, AMI dan Peace Generation Ajak Masyarakat Berkolaborasi
Jakarta- Dalam upaya mencegah Radikalisme dan Terorisme masuk dalam Dunia Pendidikan, Ayo Mengajar Indonesia (AMI) gandeng Peace Generation untuk melakukan kolaborasi, seperti terungkap dalam Dialog Publik Peace Edu bertema “Pendidikan Toleransi, Bentengi Radikalisasi” via Hybrid pertemuan fisik dan Virtual, pada Rabu (8/6/2022). “Dengan adanya dialog publik ini kita bersepakat bahwa pendidikan toleransi tidak sekedar ngomong tentang toleransi, tapi pendidikan toleransi harus diamalkan dan dirasakan” Tutur Adi Raharjo saat memberikan sambutan, Hotel Shakti Bandung. Munculnya kelompok Khilafatul Muslimin yang dengan sengaja menyebarluaskan paham khilafah menjadi ancamam terhadap ideologi negara. Kehadiran mereka, dapat menimbulkan perpecahan dan merusak kedamaian di tanah air. Aktivis yang juga merupakan pendiri Peace Generation, Irfan Amalee mengatakan, fenomena Khilafatul Muslimin ini dapat dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Baik itu melalui perspektif hukum, sosial atau pendidikan. “Kalau perspektif hukum, di Indonesia kan sudah jelas apa hal-hal yang itu tidak sejalan dengan ideologi Pancasila bukan hanya ideologi kekhilafahan ya, ideologi lain yang bertentangan yang itu akan dianggap disintegrasi bangsa, itu negara punya hukumnya sendiri,” kata Irfan dalam menjadi narasumber diskusi Dalam waktu yang berbeda Peneliti Setara Institute menyatakan bahwa, cara untuk membangun toleransi dengan cara membuat pemerintahan yang inklusif dan modern. “Pemerintahan yang menjalankan tata kelola yang setara, partisipatif, toleran dan membuka ruang keterlibatan untuk semua pihak” ucap Iif Fikriyari Ihsani, Peneliti Setara Institute Dialog ini membahas bagaimana cara mencegah intoleransi, radikalisme, hingga terorisme masuk ke dunia pendidikan, lewat contoh aplikatif langsung dari para pembicara. Masyarakat di perkotaan lebih banyak yg mengekspresikan keagaamaan di tengah2 hiruk pikuk perkotaan, diskriminasi selalu dimulai dengan intoleransi. Risdo Mauli Tua Simangunsong Sekjen jaringan kerja antar umat beragama, menyampaikan dalam materinya “masalah isu agama sering sekali dikaitkan dengan isu politik, jakatarub selama ini memproduksi film2 yang mencerminkan toleransi sebagai bentuk kampanye berkaitan dengan keberagaman” Kata Risdo Narasumber yang hadir dalam dialog Publik Peace Edu yaitu Founder Peace Generation Irfan Amalee, Sekjen jaringan kerja antar umat beragama Risdo Mauli Tua Simangunsong, Peneliti Setara Institute Iif Fikriyari Ihsani, dan Direktur Ayo Mengajar Indonesia Adi Raharjo.*










