Dalam rangka membentuk karakter anak agar lebih baik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar bedah buku atau disebut Ngobrolin Buku Anak di kantornya, Jumat (23/7/2022). Buku yang dibedah dalam acara tersebut, pertama buku ‘Aku Berbagi Aku Happy’ karya Cicih Mulyaningsih, dan buku kedua yakni buku ‘Mengenal Profesi Bersama Hewan Favorit’ karya Tauny Akbari bersama dua orang lainnya Dian Siti, dan Reny Ananter. Pustakawan DPK Provinsi Banten, Nova Wisnu Herani mengatakan, kegiatan ngobrol buku merupakan kegiatan rutin yang dilakukan olehnya dalam setiap bulan. Buku yang dibedah pun berbagai macam tema dan judul. “Setiap bulan kita selalu membedah buku, jadi kalau setahun bisa 12 kali kita lakukan,” katanya. Namun, kali ini spesial, berbarengan dengan Hari Anak Nasional buku yang dibedah pun bertemakan tentang pembentukan karakter anak. Kemudian penulis bukunya juga lokal Banten. “Sekarang kita mengundang Ibu Cicih dan Kak Tauny yang merupakan penulis lokal Banten, mereka menyerahkan tulisannya ke kami sebagai bentuk koleksi karya ceta karya rekam, dan penerbit juga lokal,” terangnya. Ia menuturkan, salah satu pembentukan karakter yang ada dalam buku ‘Aku Berbagi Aku Happy’ yakni berbuat baik dengan berbagi tidak perlu dilakukan dengan hal besar, melainkan hal kecil pun sudah dapat membahagiakan orang lain. “Contohnya ke tetangga memberi daun itu juga sudah berbagi, dan itu bisa menyenangkan hati orang lain, doa pun, kita ajarkan kebaikan memberikan doa, kalau temannya sakit,” ungkapnya. Penulis buku Cicih Mulyaningsih mengatakan, buku yang ia tulis diperuntukkan bagi anak yang sudah memasuki Sekolah Dasar (SD) kelas 3 hingga 6. Dalam buku tersebut terdapat 10 cerita yang menggambarkan bagaimana sang anak bisa berbagi dengan orang lain yang tidak selalu berupa uang, bahkan doa pun juga sudah termasuk. “Misalnya memberikan gula kepada semut, itu juga sudah berbagi, jadi memberikan apa saja yang bisa diberikan, termasuk juga dengan senyum kepada orang lain,” katanya. Sementara itu, Penulis lainnya, Tauny Akbari dalam buku yang ia tulis ‘Mengenal Profesi Bersama Hewan Favorit’ yakni berupa mengenalkan profesi dalam bentuk karakter hewan. “Pesannya adalah mengenalkan profesi kepada anak, seperti guru bukan hanya sekedar mengajar tapi perannya juga banyak, dan profesi yang lain berawal dari guru,” paparnya. (adv)
Author: admin
Bupati Serang Tanam 8.000 Mangrove di Pesisir Lontar
Sebanyak 8.000 pohon mangrove ditanam di pesisir Pantai Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa (26/7/2022). Penanaman mangrove dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Rektor Universitas Gadjah Mada Profesor Ova Emilia, sejumlah perusahaan industri dan kepala OPD Pemkab Serang. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, mangrove yang ditanam sebanyak 8.000 pohon. Penanaman mangrove ini merupakan salah satu kerjasama dengan UGM. Tatu mengatakan, penanaman mangrove ini merupakan upaya untuk mencegah abrasi di wilayah Serang utara. Karena, di wilayah tersebut rawan terjadinya abrasi. Meski demikian, pihaknya mengaku tidak bisa melakukan itu sendiri. Namun, butuh kerjasama semua pihak untuk sama-sama menjaga lingkungan. “Dari perguruan tinggi, dari industri juga kita libatkan,” katanya. Kemudian, Tatu juga mengajak masyarakat untuk sadar menanam mangrove. Karena, menanam mangrove sama saja menjaga lingkungan masing-masing. “Setiap masyarakat menanam satu saja, itu sama saja menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, kesadaran ini yang harus terus kita tingkatkan,” ujarnya. Selain di Desa Lontar, pihaknya juga akan memperluas program penanaman mangrove di wilayah yang rawan abrasi. “Karena kita kan punya wilayah pesisir yang cukup panjang,” ucapnya. Rektor UGM Profesor Ova Emilia mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) mahasiswa UGM. “Ada 30 mahasiswa yang kami terjunkan di Kabupaten Serang,” katanya. Ia mengatakan, dalam program ini ada dua hal yang menjadi target. Pertama, untuk mendidik mahasiswa dan menanamkan rasa empati, kepemimpinan, nasionalisme, dan rasa sosial di mahasiswa. Kemudian, juga memberikan manfaat bagi masyarakat atas program tersebut. “Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran kita, mulai dari wilayah rawan abrasi, sampah, rawan banjir, jadi mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya yang efektif untuk mencegah abrasi. Tanaman itu akan memecah gelombang sehingga dapat menjadi mitigasi bencana. “Ini dapat menahan gelombang yang tingggi, sehingga wilayah pesisir terlindungi dari pengikisan. Kemudian, juga fungsinya untuk penghijauan, mangrove dapat menyerap karbon monoksida,” pungkasnya. (*)
Bedah Buku Pembentukan Karakter Anak
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menggelar bedah buku atau disebut Ngobrolin Buku Anak di kantornya, Jumat (23/7). Buku yang dibedah merupakan buku yang dapat membentuk karakter sang buah hati, menjadi karakter yang baik. Ada dua buku yang dibedah dalam acara tersebut, pertama buku ‘Aku Berbagi Aku Happy’ karya Cicih Mulyaningsih, dan buku kedua yakni buku ‘Mengenal Profesi Bersama Hewan Favorit’ karya Tauny Akbari bersama dua orang lainnya Dian Siti, dan Reny Ananter. Pustakawan DPK Provinsi Banten, Nova Wisnu Herani mengatakan, kegiatan ngobrol buku merupakan kegiatan rutin yang dilakukan olehnya dalam setiap bulan. Buku yang dibedah pun berbagai macam tema dan judul. “Setiap bulan kita selalu membedah buku, jadi kalau setahun bisa 12 kali kita lakukan,” katanya. Namun spesial kali ini, berbarengan dengan Hari Anak Nasional buku yang dibedah pun bertemakan tentang pembentukan karakter anak. Kemudian penulis bukunya juga lokal Banten. “Sekarang kita mengundang Ibu Cicih dan Kak Tauny yang merupakan penulis lokal Banten, mereka menyerahkan tulisannya ke kami sebagai bentuk koleksi karya ceta karya rekam, dan penerbit juga lokal,” terangnya. Ia menuturkan, salah satu pembentukan karakter yang ada dalam buku ‘Aku Berbagi Aku Happy’ yakni berbuat baik dengan berbagi tidak perlu dilakukan dengan hal besar, melainkan hal kecil pun sudah dapat membahagiakan orang lain. “Contohnya ke tetangga memberi daun itu juga sudah berbagi, dan itu bisa menyenangkan hati orang lain, doa pun, kita ajarkan kebaikan memberikan doa, kalau temannya sakit,” ungkapnya. Penulis buku Cicih Mulyaningsih, mengatakan buku yang ia tulis diperuntukkan bagi anak yang sudah memasuki Sekolah Dasar (SD) kelas 3 hingga 6. Dalam buku tersebut terdapat 10 cerita yang menggambarkan bagaimana sang anak bisa berbagi dengan orang lain yang tidak selalu berupa uang, bahkan doa pun juga sudah termasuk. “Misalnya memberikan gula kepada semut, itu juga sudah berbagi, jadi memberikan apa saja yang bisa diberikan, termasuk juga dengan senyum kepada orang lain,” katanya. Sementara itu, Penulis lainnya, Tauny Akbari dalam buku yang ia tulis ‘Mengenal Profesi Bersama Hewan Favorit’ yakni berupa mengenalkan profesi dalam bentuk karakter hewan. “Pesannya adalah mengenalkan profesi kepada anak, seperti guru bukan hanya sekedar mengajar tapi perannya juga banyak, dan profesi yang lain berawal dari guru,” paparnya. (*)
Banten Raih Penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak
Provinsi Banten kembali meraih penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA) dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Nasional Tahun 2022. “Provinsi Banten mendapatkan anugerah Provila, Begitu juga Kabupaten/Kota, delapan Kabupaten /Kota juga menjadi peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak,” ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar usai menghadiri Malam Anugerah KLA 2022 di Hotel Novotel Bogor Golf Resort And Convention Centre Jl. Golf Estate Bogor Raya, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum’at malam (22/7/2022). “Tentu kita mengapresiasi kepada Bupati/Walikota di Provinsi Banten atas segala kinerjanya yang luar biasa,” tambahnya. Dikatakan, anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Di tangan mereka nanti, anak-anak kita yang kita kasihi dan kita cintai, akan dilanjutkan kepemimpinan di daerah, bahkan bisa berkiprah dengan tingkatan kepemimpinan lebih tinggi. “Kita selalu mendoakan untuk anak-anak kita, akan membawa Indonesia dan khususnya bagi Provinsi Banten terus maju,” ungkap Al Muktabar. Masih menurut Al Muktabar, Anugerah Provila bagi Provinsi Banten juga beriring dengan langkah-langkah pengurangan stunting dan gizi buruk. Dikatakan, pihaknya bersama Gubernur se Jawa dan Bali sehari sebelumnya (Kamis, 21/7) sudah menandatangani kesepakatan dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk mensukseskan imunisasi anak. Penandatanganan dilaksanakan di kediaman Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak. “Berarti ada tiga momen besar yang kita lakukan terhadap anak. Pertama kita malam hari ini mendapat penghargaan dalam rangka Provinsi, Kabupaten/Kota yang konsen kepada anak. Kedua kita konsen kepada bagaimana penanganan stunting dan gizi buruk terhadap anak. Ketiga, kita berpacu dan sedang mengupayakan peningkatan yang luar biasa di bulan imunisasi anak,” papar Al Muktabar. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat memberikan sambutannya. Anugerah KLA diberikan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mempunyai komitmen tinggi untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. “Anak mempunyai hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak partisipasi,” ungkapnya. “Upaya perlindungan khusus dan pemenuhan hak anak harus terintegrasi,” tambah Menteri Bintang Puspayoga. Dikatakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan program perlindungan anak di daerah melalui pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal itu diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan KLA. Kabupaten/Kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. “Urusan perlindungan anak merupakan urusan wajib dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah,” ungkap Menteri PPPA Bintang Puspayoga. “Peran penting Provinsi dalam pembinaan dan pengawasan Program Provila. Gubernur sebagai pembina wilayah dapat mendorong Bupati dan Walikota untuk mendorong Kabupaten/Kota mewujudkan KLA,” tambahnya. Dikatakan Program KLA dimulai sejak 2006. Tahun ini sebanyak 312 Kabupaten/Kota meraih KLA dan 8 Provinsi meraih Provila. “Apresiasi dan penghargaan kepada daerah atas kerjasama dan daya upaya dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” pungkas Menteri PPPA Bintang Puspayoga. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana Sitti Ma`ani Nina mengungkapkan, Alhamdulillah Provinsi Banten Tahun 2022 yg ke tiga kali nya secara berturut-turut mendapatkan Anugerah Provila sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak. “Dapat mendorong seluruh Kabupaten/ Kota memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan KLA melalui penerapan 24 Indikator KLA dengan berbagai kategori dari pratama, madya, dan nindya. Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan saat ini mendapatkan predikat Nindya. Semoga ke depan semua Kab/Kota dapat naik kelas lagi,” ungkapnya. “Alhamdulillah, Bapak Penjabat Gubernur Banten sangat fokus terkait pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” pungkas Nina.
Banten Kembali Raih Pelopor Provinsi Layak Anak (Provila)
SERANG – Provinsi Banten kembali meraih penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA) dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Nasional Tahun 2022 “Provinsi Banten mendapatkan anugerah Provila, Begitu juga Kabupaten/Kota, delapan Kabupaten /Kota juga menjadi peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak,” ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar usai menghadiri Malam Anugerah KLA 2022 di Hotel Novotel Bogor Golf Resort And Convention Centre Jl. Golf Estate Bogor Raya, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022) malam. “Tentu kita mengapresiasi kepada Bupati/Walikota di Provinsi Banten atas segala kinerjanya yang luar biasa,” tambahnya. Dikatakan Muktabar, anak-anak adalah generasi penerus bangsa. “Di tangan mereka nanti, anak-anak kita yang kita kasihi dan kita cintai, akan dilanjutkan kepemimpinan di daerah, bahkan bisa berkiprah dengan tingkatan kepemimpinan lebih tinggi. Kita selalu mendoakan untuk anak-anak kita, akan membawa Indonesia dan khususnya bagi Provinsi Banten terus maju,” ungkap Muktabar. Menurut Muktabar, Anugerah Provila bagi Provinsi Banten juga beriring dengan langkah-langkah pengurangan stunting dan gizi buruk. Dirinya juga mengungkapkan, jika Pemprov Banten bersama Gubernur se-Jawa dan Bali pada, Kamis (21/7/2022), telah menandatangani kesepakatan dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia untuk mensukseskan imunisasi anak. Penandatanganan dilaksanakan di kediaman Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak. “Berarti ada tiga momen besar yang kita lakukan terhadap anak. Pertama kita malam hari ini mendapat penghargaan dalam rangka Provinsi, Kabupaten/Kota yang konsen kepada anak. Kedua kita konsen kepada bagaimana penanganan stunting dan gizi buruk terhadap anak. Ketiga, kita berpacu dan sedang mengupayakan peningkatan yang luar biasa di bulan imunisasi anak,” jelasnya. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat memberikan sambutannya. Anugerah KLA diberikan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mempunyai komitmen tinggi untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. “Anak mempunyai hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak partisipasi. Upaya perlindungan khusus dan pemenuhan hak anak harus terintegrasi,” katanya. Dikatakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan program perlindungan anak di daerah melalui pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal itu diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan KLA. Kabupaten/Kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. “Urusan perlindungan anak merupakan urusan wajib dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah,” ungkap Puspayoga. “Peran penting Provinsi dalam pembinaan dan pengawasan Program Provila. Gubernur sebagai pembina wilayah dapat mendorong Bupati dan Walikota untuk mendorong Kabupaten/Kota mewujudkan KLA,” sambungnya. Pupayoga mengatakan, program KLA dimulai sejak 2006. Tahun ini sebanyak 312 Kabupaten/Kota meraih KLA dan 8 Provinsi meraih Provila. “Apresiasi dan penghargaan kepada daerah atas kerjasama dan daya upaya dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” katanya. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Sitti Ma`ani Nina mengungkapkan, Alhamdulillah Provinsi Banten Tahun 2022 yg ke tiga kali nya secara berturut-turut mendapatkan Anugerah Provila sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak. “Dapat mendorong seluruh Kabupaten/ Kota memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan KLA melalui penerapan 24 Indikator KLA dengan berbagai kategori dari pratama, madya, dan nindya. Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan saat ini mendapatkan predikat Nindya. Semoga ke depan semua Kab/Kota dapat naik kelas lagi,” ungkapnya. “Alhamdulillah, Bapak Penjabat Gubernur Banten sangat fokus terkait pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” pungkas Nina.(ADV)
Sosialisasi Literasi Kerjasama dengan MTs 1 Pandeglang
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten turut serta dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Mts. Negeri 1 Pandeglang pada hari Rabu 20 Juli 2022. Bertempat di ruang perpustakaan Mts. Negeri 1 Pandeglang, seluruh siswa baru sejumlah 350 orang mengikuti kegiatan ini. Sosialisasi literasi ini diisi oleh pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten dan mahasiswa magang Jurusan Ilmu Perpustakaan FIB UNDIP. Pustakawan menyampaikan tentang pentingnya membaca, selain menambah wawasan membaca juga dapat menjaga kekuatan daya ingat, dan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca kita adalah mulai membaca dari genre yang disukai, memberikan waktu khusus untuk membaca tiap harinya, dan meminta rekomendasi bacaan kepada teman. Dalam sesi berbeda, MPLS ini juga dihadiri oleh Mobil Unit Perpustakaan Keliling dan Mobil Pintar. Semua siswa baru diwajibkan untuk membaca buku untuk kemudian diceritakan kembali di hadapan siswa lain. Siswa juga berkesempatan mengakses sumber informasi melalui laptop yang disediakan Mobil Pintar. Hal yang menggembirakan dalam MPLS kali ini adalah partisipasi aktif siswa pada setiap sesi, selain itu dalam sesi tanya jawab, banyak diantara siswa yang rutin membaca buku sehingga memiliki pengalaman membaca yang luar biasa. Beberapa orang bahkan sudah aktif menulis. Pihak sekolah berharap perpustakaan dapat lebih sering berkunjung ke sekolah dan meramaikan program literasi sekolah.
Pemprov Klaim Angka Kemiskinan Banten Menurun
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Nomor : 35/07/36/Th. XVI, 15 Juli 2022, jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 814,02 ribu orang. Turun 38,26 ribu orang terhadap September 2021 dan menurun 53,21 ribu orang terhadap Maret 2021. Persentase penduduk miskin di Provinsi Banten pada Maret 2022 sebesar 6,16 persen. Turun 0,34 poin persen poin terhadap September 2021 dan juga menurun 0,50 persen poin terhadap Maret 2021. Berdasarkan daerah tinggal, di perkotaan persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 6,04 persen. Turun menjadi 5,73 persen pada Maret 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 7,72 persen, turun menjadi 7,46 persen pada Maret 2022. Dibanding September 2021, jumlah penduduk miskin Maret 2022 perkotaan turun sebanyak 10,13 ribu orang (dari 576,62 ribu orang pada September 2021 menjadi 566,49 ribu orang pada Maret 2022). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 28,12 ribu orang (dari 275,66 ribu orang pada September 2021 menjadi 247,54 ribu orang pada Maret 2022). Dalam surveinya, BPS menetapkan Garis Kemiskinan pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp570.368,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp412.182,- (72,27 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp158.185,- (27,73 persen). Pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki 4,86 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.711.988,-/rumah tangga miskin/bulan. Secara umum, pada periode 2012–2022 tingkat kemiskinan di Provinsi Banten cenderung fluktuatif baik dari sisi jumlah maupun persentase. Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode September 2013, Maret 2015, September 2017, dan September 2018 dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak. Sedangkan pada periode September 2020 sampai dengan Maret 2021 kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin disebabkan oleh munculnya pandemi Covid-19. Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan pada Maret 2022 adalah sebesar Rp570.368,- per kapita per bulan. Dibandingkan September 2021, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,18 persen. Sementara jika dibandingkan Maret 2021, terjadi kenaikan sebesar 7,54 persen. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2022 sebesar 72,27 persen. Pada Maret 2022, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Rokok kretek filter masih memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 17,31 persen di perkotaan dan 19,65 persen di perdesaan. Beras memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK (15,99 persen di perkotaan dan 18,96 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah daging ayam ras (4,65 persen di perkotaan dan 3,28 persen di perdesaan), telur ayam ras (3,62 persen di perkotaan dan 2,94 persen di perdesaan), mie instan (2,68 persen di perkotaan dan 2,37 di perdesaan), roti (1,88 persen di perkotaan dan 2,58 di perdesaan), kopi bubuk & kopi instan (sachet) (2,25 persen di perkotaan dan 2,28 persen di perdesaan), dan seterusnya. Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi. Pada periode September 2021-Maret 2022, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2022 sebesar 1,025, turun dibandingkan September 2021 yang sebesar 1,197. Demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama mengalami penurunan dari 0,343 menjadi 0,270. Apabila dibandingkan berdasarkan daerah, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) perdesaan lebih tinggi daripada perkotaan. Pada Maret 2022, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk perkotaan sebesar 0,960, sedangkan di perdesaan lebih tinggi, yaitu mencapai 1,218. Demikian pula untuk nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di perkotaan adalah sebesar 0,252, sedangkan di perdesaan lebih tinggi, yaitu mencapai 0,322. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2021–Maret 2022 antara lain : pertama, pandemi Covid-19 yang berkelanjutan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk sehingga mempengaruhi angka kemiskinan. Kedua, laju pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2022 sebesar 4,97 persen (y-on-y), lebih baik dibanding laju pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 4,51 persen. Ketiga, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 2,92 persen (y-on-y), meningkat dibandingkan triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 2,62 persen. Keempat, Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2022 sebesar 99,03 meningkat dibanding September 2021 sebesar 97,71. Kelima, pada Februari 2022, persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 8,53 persen. Terjadi penurunan sebesar 0,48 persen poin dibandingkan Agustus 2021 yang sebesar 8,98 persen, dan angka ini juga menurun jika dibandingkan Februari 2021 yang sebesar 9,01 persen. (*)
Harganas ke-29 tingkat Provinsi Banten Fokus pada Penanganan Stunting
CILEGON – Pencegahan terhadap stunting masih menjadi fokus dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tingkat Provinsi Banten di Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (12/7/2022). Kegiatan bertajuk Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting dihadiri oleh Penjabat Gubernur Banten, Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tavip Agus Rayanto. Selain itu hadir dalam kegiatan tersebut Bupati/Walikota, Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Prov Banten, OPD Provinsi Banten, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina. Acara juga dihadiri oleh seluruh kader PKK, kader KB se Provinsi Banten. Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto optimis melihat upaya Provinsi Banten untuk mencegah stunting. Pemerintah pusat sendiri dikatakan menggelontorkan anggaran per tahun untuk mencegah stunting rata-ratanya Rp 34 triliun yang dikelola 17 kementerian terkait. “Tetapi ternyata belum cukup efektif menurunkan angka stunting di Indonesia. Oleh karena itu, hal yang menjadi penting adalah penguatan peran lini lapangan. Peran tim pendamping keluarga, peran Satgas, peran TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), peran ibu-ibu PKK adalah unsur-unsur penting yang akan mensukseskan harapan Bapak Presiden pada tahun 2024 (angka stunting di Indonesia) menjadi 14 persen,” kata Tavip dalam sambutannya. Di Indonesia sendiri saat ini angka stunting masih 24,4 persen. Dalam kesempatan yang sama Tavip juga mengapresiasi terbentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Provinsi Banten yang akan bersinergi dengan nasional untuk menurunkan stunting. “Saya yakin atas dukungan Bapak Gubernur, Bapak Walikota, Bupati semua yang hadir menganggap momentum penting ini, yang menjadi amanah Bapak Presiden bahwa stunting menjadi beban untuk daya saing Republik Indonesia khususnya di tahun 2045 sebagai negara yang berpotensi menjadi 5 terbesar perekonomiannya di dunia.” Dikatakan, dari 34 Provinsi di Indonesia, Banten masuk 12 wilayah prioritas penanganan stunting. Indikator Banten masuk zona prioritas karena dua hal. Pertama angka anak stunting di Banten termasuk tinggi di samping Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Alasan lain Banten masuk 12 provinsi prioritas salah satunya karena Banten banyak berkontribusi di kancah nasional dalam upaya pencegahan stunting. Pj Gubernur Banten Al Muktabar juga mengapresiasi peran dari ibu-ibu PKK dan seluruh kader Posyandu, Kader KB dan TPPS di Banten. Peran keluarga menurut Al Muktabar sangat sentral dalam mensukseskan target pembangunan baik di daerah maupun di level nasional. “Keluarga berperan penting dalam membuat kita ada seperti saat ini. Saya yakin sistem nilai di keluarga yang membentuk kita semua pada hari ini,” katanya. Pola pendidikan dan asupan makanan yang bergizi di leval keluarga, kata dia, secara tidak langsung akan mendorong dan melahirkan generasi yang unggul dan memiliki daya saing. Dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tersebut, Al Muktabar berharap keluarga di Banten dapat menjadi elemen yang berharga dalam mencapai kemajuan bersama. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina mengatakan, sebagaimana arahan Bapak Pj Gubernur Banten dalam penanganan stunting dilakukan melalui pendekatan tiga level. “Level pertama Melakukan pemberian makanan langsung, untuk kategori gizi buruk, gizi kurang, dengan pendampingan tenaga ahli gizi yang berada di Puskesmas ” kata Nina. Saat ini, kata Nina, penanganan stunting, gizi buruk, dan gizi kurang akan dilakukan secara bersama- sama dengan menggerakan orang tua asuh, selanjutnya level pemberdayaan keluarga dan level pembentukan kelompok. Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif dengan pelaksanaan 8 aksi konvergensi/Aksi terintegrasi. Acara Harganas ke-29 tingkat Provinsi Banten diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pemberian hadiah dan penghargaan bagi para kader hingga acara yang tak kalah penting yakni penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting di Banten oleh berbagai instansi. (Advertorial)
Ribuan Anak Di Kota Serang Terkena stunting
Saat ini, angka stunting di Kota Serang jumlahnya masih ribuan, karena itu Pemkot Serang fokus pada penurunan angka stunting. Wali Kota Serang Syafrudin mengungkap soal penurunan angka stunting ini, saat menerima kunjungan tim penilai lomba kelurahan tingkat Provinsi Banten, Senin 11 Juli 2022. “Angka stunting di Kota Serang ini kalau tidak salah 2.370 dari kumlah penduduk Kota Serang sebanyak 700 Ribu,” kata Syafrudin. Namun demikian, sambung Syafrudin, jika dikalkulasikan sebenarnya hanya kurang lebih 2 persen saja. “Untuk menekan angka stunting ini, sebenarnya instruksi dari pusat untuk membentuk Orang Tua Asuh,” ujar Syafrudin. “Termasuk TNI Polri di Kota Serang ini menjadi Orang Tua Asuh, unsur Forkopimda juga menjadi Orang Tua Asuh,” tambahnya. “Anggarannya nanti akan diberikan kepada Kelurahan yang ada di Kota Serang,” ucap Syafrudin. Sementara itu, berkaitan dengan kegiatan penilaian Kelurahan yang dilaksanakan di Kelurahan Drangong karena Kelurahan Drangong pemenang Lomba Penilaian Kelurahan tingkat Kota Serang yang kemudian dipilih untuk menuju tingkat Provinsi. “Tingkat Kota Alhamdulillah Kelurahan Drangong yang menang, dan akan kita kirim ke Provinsi yang sedang ada penilaian pada hari ini” ungkap Syafrudin.
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Banten TA 2021 Disepakati Jadi Perda
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengapresiasi DPRD Provinsi Banten, serta Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Banten yang telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Hal itu disampaikan Al Muktabar dalam sambutannya di Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten dengan agenda Pengambilan Keputusan Atas Persetujuan Terhadap Raperda tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Pengambilan Keputusan Atas Persetujuan Terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Banten TA 2021, Selasa (5/7/2022). “Dengan disetujui Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini, maka Pemerintah telah melaksanakan amanat Pasal 112 dan Pasal 114 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta Pasal 127 ayat (2) PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan PP 47 Tahun 2015,” ungkap Al Muktabar. “Di mana dalam peraturan tersebut mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah agar melakukan pembinaan dan pengawasan baik terhadap Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa,” sambungnya. Menurutnya, dengan diaturnya pemberdayaan masyarakat dan Desa, diharapkan kemandirian dan partisipasi masyarakat Desa dalam pembangunan dapat meningkat untuk menunjang keberhasilan otonomi daerah. “Pemberdayaan masyarakat dan Desa dalam Peraturan Daerah ini ditunjukan terhadap dua aspek besar, yakni yang pertama pemberdayaan dan pendayagunaan lembaga kemasyarakatan Desa dan kerjasama Desa,” katanya. Selanjutnya aspek yang kedua, ujar Al Muktabar, bagaimana dapat melakukan pembinaan dan pengawasan pemberdayaan masyarakat dan Desa, baik dalam fasilitas, koordinasi dan bentuk lainnya yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Banten, Enong Suhaeti menyampaikan salah satu tujuan dalam pemberdayaan masyarakat yaitu untuk mewujudkan partisipasi dan kemandirian masyarakat. “Jadi pemberdayaan itu kan dari hulu sampai hilir baik itu pendidikan, kesehatan dan ekonomi itu semua untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau sudah pemberdayaan itu bagaimana kita meningkatkan gotong royong, kesatuan, kebersamaan dan pemberdayaan itu juga terintegrasi dengan program,” ujarnya. Ia juga menilai, dengan adanya payung hukum pemberdayaan masyarakat dan Desa ini, tentunya beriringan dengan meningkatkan percepatan pembangunan di Provinsi Banten “Ini membuat lebih kuat lagi bagiamana pemberdayaan masyarakat dan Desa, serta ini sebagai bentuk hadirnya Pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya. Diketahui, dalam rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Barhum HS, dan turut hadir Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Anggota DPRD Provinsi Banten serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.










